Latest Post


Inilah 4 Tahapan Perkembangan Bayi yang Perlu Diketahui

Kehadiran sang buah hati di tengah keluarga tentunya menjadi momen yang membahagiakan. Mengingat selama si kecil di dalam perut pun selalu dirawat dengan baik oleh calon ibu dan ayah. Apalagi ketika si kecil sudah lahir ke dunia, setiap perkembangannya harus selalu diperhatikan. Misalnya perkembangan bayi 5 bulan pada tahapan pertama harus diberi nutrisi apa saja agar tumbuh dengan sehat.
Tahapan Perkembangan Bayi

Bayi yang baru saja lahir ke dunia belum memiliki antibodi yang kuat, sehingga orang tua harus memberikan ASI yang cukup. Hari demi hari, si kecil akan bertumbuh kembang dan memerlukan nutrisi lainnya. Untuk memberi asupan nutrisi tersebut, setidaknya Anda perlu mengetahui tahapan perkembangan bayi, seperti yang akan diuraikan di bawah ini.

1. Perkembangan Minggu Pertama Hingga 3 Bulan
Pada minggu pertama, si kecil hanya bisa mengenali suara si ibu namun belum memiliki pendengaran yang sempurna. Memasuki bulan pertama, si kecil mulai bergerak dengan mengangkat kepala, merespon suara, dan memandang wajah. Perkembangan ini akan terus berlangsung  hingga usia 3 bulan dengan gerakan dan suara yang mulai stabil.

2. Usia 4-6 Bulan
Pada usia ini si kecil mulai bisa menahan berat badannya dengan kaki. Selain itu si kecil mulai bisa merespon ketika diajak berbicara, biasanya si kecil akan merespon Anda dengan mengoceh. Pada perkembangan bayi 5 bulan anak akan sering berguling-guling dan memainkan dengan tangan dan kakinya. Menginjak bulan ke enam si kecil mulai bisa meniru suara dan duduk sebentar.

3. Tahap Perkembangan Bayi 7-9 Bulan
Memasuki bulan ketujuh, si kecil sudah mulai merangkak, menirukan suara atau kata-kata, menggerakan perut bahkan juga bisa meraih benda. Seiring perkembangannya, anak akan bisa memindahkan benda. Lalu pada usia ke sembilan, si kecil mulai menyukai meraih, menjatuhkan, dan melemparkan benda.

4. Perkembangan Bayi Usia 10-12 Bulan
Pada usia 10 bulan, bayi Anda mulai belajar berdiri meski hanya beberapa detik saja. Kemudian perkembangan bayi 11 bulan mulai mengerti perintah orang tuanya. Nah, pada bulan ke 12, si kecil mulai berani melangkahkan kakinya dan menunjukkan keinginannya menggunakan bahasa tubuh.

Demikianlah tahapan perkembangan bayi yang sudah sepatutnya diketahui oleh calon orang tua. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Manfaat Lemon, Bisa Jadi Andalan Anda Saat Musim Flu Menyerang


Flu menjadi salah satu penyakit musiman yang datang saat pancaroba. Bagi sebagian orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang turun atau tubuh sedang kurang prima, sangat mudah untuk terserang penyakit flu ini.Tapi, Anda yang punya segudang aktivitas penting masih bisa melindungi tubuh agar tak tertular flu hanya dengan mengkonsumsi buah lemon.

Manfaat Buah Lemon untuk Melindungi Tubuh

Lemon merupakan salah satu jenis buah sitru yang mengandung banyak sekali vitamin C, zatbesi, kalsium, magnesium, kalium, vitamin B kompleks, dan juga serat alami. Kandungan vitamin dan mineral yang sangat beragam inilah yang bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh melawan berbagai macam penyakit.

Ada banyak khasiat lemon yang bisa membantu Anda melawan serangan virus influenza seperti:

1. Meningkatkan DayaTahanTubuh
Mengkonsumsi jus lemon rendah gula 2 kali sehari selama 1 bulan ternyata bisa membantu meningkatkan ke kuatan tubuh, meningkatkan memori, daya tahan, dan juga membantu tubuh Anda melawan infeksi virus termasuk penyebab influenza. Air lemon hangat juga bisa membantu tubuh Anda melawan infeksi virus dan meredakan sakit tenggorokan karena peradangan.

2. Meredakan Batuk Berdahak
Gejala flu yang sangat mengganggu salah satunya adalah batuk berdahak. Saat penyakit ini menyerang Anda bisa mengkonsumsi air lemon hangat yang ternyata ampuh untuk mengurangi jumlah dahak yang diproduksi oleh tubuh.

3. Meredakan Demam
Lemon sudah dikenal luas untuk mengobati salah satu gejala flu yaitu demam dan meriang.Lemon bisa menjadi obat flu paling ampuh selain paracetamol atau ibuprofen. Anda cukup minum secangkir lemon hangat yang ditambah dengan madu 2 kali sehari untuk meredakan demam.

4. Mencegah Infeksi
Kandungan vitamin C pada lemon yang sangat tinggi bersifat anti bakteri. Lemon bisa menjadi anti biotik alami yang membantu tubuh Anda melawan infeksi dan sakit tenggorokan saat flu datang.Anda bisa mencampurkan 1,5 buah lemon dengan 1,5 gelas air, kemudian gunakan untuk berkumur agar sakit tenggorokan hilang.

Dari pada menggunakan obat-obatan kimia, mengapa tak mencoba menggunakan lemon untuk meredakan berbagai gejala flu tanpa efek samping? Tambah juga wawasan kesehatan Anda dengan membaca artikel seputar cara mengobati luka pada pasien diabetes hanya disini.

Pakai Sunscreen Tapi Hasilnya Belum Maksimal? Inilah Cara Tepat Memakai Sunscreen Wajah Loreal




Perlukah memakai sunscreen wajah setiap hari? Jawabannya sangat perlu. Banyak sekali aktivitas yang Anda lakukan setiap harinya, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika dilakukan di siang hari sudah pasti akan berhubungan dengan sinar matahari. Namun tidak perlu khawatir, sunscreen akan melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari langsung. Ada banyak macam sunscreen, salah satunya yaitu sunscreen loreal.

Radiasi ultraviolet yang dihasilkan oleh pancaran sinar matahari, baik UVA atau UVB diketahui dapat menyebabkan kanker kulit. Maka dari itu sangat diperlukan proteksi untuk mencegah hal itu terjadi. Salah satu caranya dengan mengaplikasikan sunscreen pada permukaan kulit. Namun masih banyak yang belum memahami bagaimana penggunaan sunscreen yang benar agar kulit Anda benar-benar terlindungi.

Tips memakai Sunscreen Wajah Loreal

Cara penggunaan sunscreen yang kurang tepat tentu akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit Anda. Jadi harus benar-benar diperhatikan bagaimana cara yang tepat dalam mengaplikasikan sunscreen. Bayangkan jika sudah susah payah membeli produk sunscreen, namun manfaatnya kurang maksimal. Tentu tidak ingin bukan?

Berikut 3 tips memakai sunscreen:

1. Tunggu 30 menit
Sunscreen membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk mengaktivasi zat kimia yang ada di dalamnya agar dapat berfungsi sebagai media proteksi kulit. Jadi, setelah menggunakan sunscreen tidak dianjurkan untuk langsung keluar ruangan karena sunscreen sama sekali belum berfungsi.

2. Gunakan secukupnya
Gunakan sunscreen secukupnya sampai merata di seluruh permukaan wajah, leher, tengkuk, tangan, dan bagian lain yang mungkin akan kontak langsung dengan sinar matahari. Jangan gunakan terlalu sedikit, pastikan merata dan dapat mengcover bagian permukaan kulit.

3. Reapply Sunscreen
Meskipun telah menggunakan sunscreen bukan berarti kulit dapat terlindungi dari sinar UV seharian penuh. Reapply penggunaan sunscreen setiap 3 sampai 5 jam sekali (tergantung tingginya SPF dan tingkat warna kulit Anda).

Selama masih ada matahari sunscreen wajah sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit, baik dari sinar UVA maupun UVB. Jadi jika selama ini Anda hanya memasukkan cat rambut Loreal ke dalam list belanja make up, mulai hari ini pastikan Anda juga menjadikan sunscreen sebagai rangkaian produk make up yang harus dibeli.

Semoga tips di atas bermanfaat bagi Anda yang saat ini sudah ataupun akan menggunakan sunscreen.


Klarifikasi BPOM Mengatasi Isu Keamanan Ranitidin

1. Belakangan ini, ada isu tentang kamanan yang terkait dengan penggunaan Ranitidin, apakah yang sebenarnya terjadi ?
Jawaban:
mengacu pada informasi yang disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US-FDA) dan European Medicine Agency (EMA) (BPOM untuk Amerika ), ditemukan adanya cemaran Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam jumlah kecil pada sampel produk obat yang mengandung bahan aktif Ranitidin.

2. Apakah NDMA itu dan apa akibatnya jika senyawa tersebut masuk dalam tubuh kita?
Jawaban:
Nitrosodimethylamine (NDMA) merupakan turunan nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Paparan sejumlah batas maksimum yang telah ditetapkan oleh FDA diperkirakan dapat menimbulkan risiko kanker. Mengacu pada interim limit untuk NDMA yang diterbitkan oleh US-FDA dan EMA, acceptable intake NDMA adalah 96 ng/hari.

3. Sebagai institusi yang menjamin keamanan obat, tindakan apa saja yang sudah BPOM lakukan terkait temuan cemaran NDMA dalam Ranitidin ?
Jawaban:
Badan POM telah memberikan informasi awal untuk tenaga kesehatan 17 Sep 2019 dan melakukan pengambilan sampel untuk pengujian di laboratorium. Berdasarkan temuan beberapa produk raditin mengandung impuritis atau kontaminan NDMA, maka dalam konferensi pers 11 Oktober 2019 Badan POM memerintahkan kepada industri farmasi untuk MENGHENTIKAN SEMENTARA / SUSPEND semua produksi dan peredaran sediaan Ranitidin sampai selesainya hasil pengujian mandiri.

Baca Juga : Mengenal NDMA, Zat Karsinogenik Penyebab Ranitidin ditarik


4. Setelah Konferensi Pers yang dilakukan oleh Badan POM, apakah Ranitidine sudah tidak dapat diperoleh di apotik atau sarana kefarmasian lainnya?
Jawaban:
a. MENGHENTIKAN SEMENTARA/SUSPEND artinya Ranitidin tidak diresepkan dan apotik tidak melakukan penyerahan obat tersebut kepada pasien untuk sementara waktu. Mengingat proses tersebut membutuhkan waktu maka kepada Industri Farmasi/PBF diberikan waktu 80 Hari Kerja (sejak Konferensi Pers 11 Oktober 2019) atau sampai Minggu ke-4 Januari 2020 untuk melakukan penarikan disarana pelayanan kefarmasian (apotek, klinik, rumah sakit).
b. Sambil menunggu dilakukan penarikan, sarana pelayanan kefaarmasian dapat mengeluarkan obat tersebut dari tempat pelayanan dan menyimpan ditempat yang aman dan diberi penandaan.

5. Siapa yang akan menjamin bahwa sarana pelayanan kefarmasian melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan Badan POM?
Jawaban:
Pada prinsipnya pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan unsur pelayanan dan keberlangsungan bisnis serta membuat kondisi tetap kondusif. Peredaran obat disarana legal dan pengawasan obat yang legal dilakukan oleh Badan POM untuk menjaga keamanan pasien. Dalam melakukan pengawasan Badan POM berkoordinasi dengan petugas Dinas Kesehatan setempat. Permasalahan ini merupakan permasalahan impurities obat sehingga kewenangan penyelesaiannya hanya dapat dilakukan oleh Badan POM dan UPT Badan POM di daerah. Hal tersebut telah sesuai dengan pembagian kewenangan yang telah diatur dalam peraturan yang ada.

Baca Juga : Mengenal Obat Asam Lambung " Ranitidin"

6. Apakah Ranitidin dapat digunakan kembali jika sudah dilakukan pengujian?
Jawaban:
Ranitidin dapat di distribusikan atau diresepkan kembali jika hasil pengujian hasil pengujian laboratorium dan NDMA di bawah ambang batas 96 ng/hari. Badan POM terus melakukan pengujian terhadap produk-produk ranitidine dan akan melakukan pemutakiran data terkait isu keamanan ranitidine ini berdasarkan hasil pengujian.

7. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh dokter dan pasien jika membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi kelebihan produksi asam lambung dan permasalahan tukak lambung?
Jawaban:
Dokter dapat mencari alternative pilihan terapi baik yang berasal dari golongan H2 Antagonis yang lain ( Famotidine dan Cimetidine), atau golongan lain seperti : Antasida, golongan Sitoprotektif seperi Sukralfat, golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) seperti misalnya omeprazole dan lansoprazole.

Sumber : pom.go.id

Ini Perbedaan Depresi dan Stres yang harus Anda Ketahui

Sebagian orang menganggap depresi dan stres merupakan hal yang sama padahal keduanya memiliki perbedaan dari sisi kesehatan maupun penanganannya.

Depresi adalah sebuah penyakit mental serius yang sering disalahpahami oleh banyak orang. Banyak orang mengangap sepele penderita depresi karena dianggap lemah, rapuh, dan gagal move on.
Padahal  depresi adalah penyakit mental yang telah menjangkiti hampir separuh penduduk dunia dan membawa kerugian ekonomi pada keluarga dan bahkan negara, karena penderita depresi tidak dapat menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan baik.
Secara fisik penderita depresi tidak menampakkan tanda-tanda sedang sakit.Depresi akan berdampak ke seluruh aspek kehidupannya dan menguras kebugaran tubuhnya.

Penderita depresi merasakan kesedihan terus menerus tanpa perlu ada peristiwa tertentu sebagai pemicunya.
Banyak juga yang mengira bahwa depresi tidak dapat menjangkiti mereka yang relijius. Kenyataannya tidak seperti itu, depresi bisa menyerang siapa saja, bahkan dapat menurun secara genetik dari orangtua ke anak.

Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami depresi, maka kemungkinan Anda bisa mengalaminya juga. Anda dapat menghindari depresi dengan menjaga pola hidup sehat dan menjaga kecukupan gizi dan hormon.
Penderita depresi tak harus sedang tertimpa masalah, miskin, kaya, putus cinta, dan kesulitan lainnya. Faktor kondisi hormon, psikilogis, dan penyakit lainnya dapat memicu timbulnya depresi.

Baca Juga : Efek Dopamin pada Fungsi Otak Anda

Stres akan berangsur hilang seiring dengan selesainya semua masalah yang dihadapi atau akan terobati dengan adanya hiburan sedangkan depresi akan menetap dalam waktu lama sekalipun seseorang sedang liburan dan memiliki segala yang ia butuhkan.

Depresi dan stres bisa ditangani dengan perawatan yang benar. Namun, sebelum mengatasinya, pahami dulu cirinya.
Berikut ciri-ciri depresi:
1. Perasaan sedih yang berlangsung dalam jangka waktu lama, bahkan kadang muncul tanpa pemicu sama sekali
2. Tidak menikmati kegiatan apapun, bahkan hal-hal yang dulunya pernah disukai seperti seks maupun hobi tertentu
3. Tidak merasa lapar sama sekali, atau sebaliknya ingin makan terus-menerus
4. Kurang tidur atau sebaliknya, terlalu banyak tidur
5. Tidak bersemangat untuk melakukan apapun
6. Merasa gagal
7. Merasa sulit untuk bangun dari tempat tidur
8. Pusing
9. Tubuh lemas hingga merasa malas
10. Menjalani hari-hari tanpa gairah maupun pandangan masa depan
11. Ingin menyakiti diri sendiri hingga keinginan bunuh diri. Termasuk pikiran soal ingin mati secepatnya
12. Mudah marah
13. Menyalahkan diri sendiri
14. Tidak percaya diri
15. Tidak fokus dan lambat berpikir
16. Kadang sampai tak mampu bangkit dari tempat tidur dan mengalami sakit di beberapa bagian tubuh tanpa memiliki riwayat penyakit fisik tertentu
17. Ketidakmampuan mengerjakan sebuah pekerjaan, baik yang sederhana sekalipun. Misalnya membersihkan kamarnya sendiri maupun mandi teratur
18. Pada  anak-anak, berat badan akan berkurang drastis sekalipun ia tidak sedang sakit.
19. Anak dengan attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) mungkin tidak terlihat sedih, namun ia akan menunjukkan sikap mudah terganggu oleh segala sesuatu

Stres memiliki ciri sebagai berikut:
1. Kepala pusing terus menerus, rahang terasa mengeram dan terasa sakit
2. Tangan dan bibir terasa gemetaran
3. Sakit pada leher, punggung, dan otot tegang
4. Mulut terasa kering dan susah menelan
5. Rasa dingin pada tangan dan gemetaran
6. Sering gelisah dan tak sengaja menggoyang-goyangkan kaki
7. Kesulitan bernafas, sering mendesah
8. Sering merasa ingin kencing terus
9. Mengisolasi diri secara sosial
10. Memiliki kepanikan, kekhawatiran berlebih, rasa bersalah, dan perasaan serba tak nyaman lainnya
11. Tidak dapat membuat keputusan yang tepat
Meskipun memiliki yang hampir sama, depresi depresi dan stres memiliki level ‘masalah’ dan waktu yang berbeda. Depresi memiliki persoalan yang lebih berat dari stres. Berikut jenis depresi yang sering dikaitkan dengan stres.

Baca Juga ; Efek Dopamin Pada Game Mengganggu Aktifitas Otak

Jenis Depresi
Ada berbagai jenis depresi yang dapat diidap oleh seseorang. Diantaranya adalah:
1. Major depression
Depresi jenis Major depression ini dapat bertahan hingga jangka waktu 6 bulan. Jika seseorang mengalami ini, maka ia akan rentan mengalami disorder yang bisa berarti gangguan fungsi sosial sepenuhnya.
2. Atypical depression
Depresi jenis ini tak selamanya sedih. Jika ada berita gembira, perasaannya akan jadi lebih baik. Depresi jenis ini memiliki citi khusus yaitu terlalu banyak makan hingga terjadi kenaikan berat badan yang tak terkontrol, terlalu banyak tidur, muncul ketakutan berlebih terhadap kemungkinan adanya penolakan, dan secara fisik merasakan lengan dan bahu yang makin memberat.
3. Dysthymia
Depresi ini mirip dengan major depression namun memiliki jangka waktu depresi yang lebih dari 2 tahun. Karena merasa sedih sepanjang waktu, maka orang dengan dysthymia mulai menganggap bahwa kesedihan adalah bagian dari dirinya dan ia tak pantas bahagia.
4. Depresi musiman atau Seasonal affective disorder (SAD)
Depresi ini biasa ditemukan pada seseorang di musim dingin. Perasaan hati dan kondisi fisik makin memburuk seiring dengan pendeknya hari dan bertambah dinginnya cuaca. Penderita SAD akan berubah mood saat musim berganti.

Penanganan Depresi
Saat Anda sedang stres, maka Anda bisa mengalihkan rasa stres tersebut dengan mencari hiburan, piknik, menjaga selera humor, bersosialisasi, olahraga, atau mencoba meditasi, tai chi, maupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan hobi.
Jika itu tak dapat meredakan stres, Anda juga bisa bicara dengan dokter tentang apa yang dirasakan karena barangkali itu adalah depresi. Inilah yang menunjukan keterkaitan sangat erat antara depresi dan stres.

Stres dapat berlalu dengan semakin berkurangnya beban yang ditanggung. Pijat relaksasi, aroma terapi, dan mendengarkan musik dapat mengurangi beban Anda saat keadaan stres menekan Anda.
Perasaan sedih yang berlangsung terus menerus pada penderita depresi tak dapat disembuhkan dengan liburan ataupun hiburan karena terjadi perubahan otak yang membuat seseorang kehilangan minat di banyak hal. Akibatnya untuk menangani depresi harus mencari pertolongan lewat terapis, psikiater, maupun psikolog profesional agar dapat menyeimbangkan fungsi tubuh seperti sedia kala.
Medikasi dengan resep dokter memang dapat membantu pengidap depresi, namun Anda juga bisa mencoba menyembuhkannya dengan berkonsultasi dengan psikolog maupun terapi lainnya. Jika memang jalur medikasi yang dipilih, maka Anda bisa menghentikan penggunaan obatnya sewaktu-waktu.

Sebaiknya, seseorang memang perlu memeriksakan kesehatan mentalnya sebelum ia memvonis diri sendiri bahwa ia sedang mengalami depresi. Karena meminta pertolongan kepada profesional akan lebih banyak membantu daripada terus menerus memendamnya sendiri.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.