Ketika Obat Generik Jadi Bahan 'Repackage' Obat Palsu Ini Yang Terjadi


Ketika Obat Generik Jadi Bahan 'Repackage' Obat Palsu Ini Yang Terjadi

Sebanyak 197 apotek di Jabodetabek menjadi korban kasus peredaran obat palsu yang dilakukan Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Jaya Karunia Investindo (JKI). Obat palsu yang dimaksud yaitu obat repackaged atau daur ulang, berasal dari obat generik dan juga kadaluwarsa yang dikemas ulang menjadi obat bermerek.

Dalam pernyataan resmi Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), disebutkan salah satu obat yang banyak dipalsukan adalah obat untuk masalah kardiovaskuler atau jantung. 

Dipaparkan oleh dr Eka Ginanjar, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP, obat jantung sendiri kebanyakan sudah ada versi generiknya, terutama yang masuk formulasi. Dan menurutnya, obat generik yang dikemas ulang menjadi bermerek adalah penipuan, karena rata-rata obat bermerek memiliki harga yang lebih tinggi.

dr Eka menyebut alasan pasien lebih memilih membeli obat bermerek ketimbang generik biasanya karena ada ekspektasi lebih. Namun secara fungsi, obat bermerek dan generik tidak berbeda karena zat aktifnya sama.

"Secara kualitas, karena zat aktif sama maka efek sama. Hal yang berbeda antara obat bermerek dan generik tak berdampak pada efek obat untuk pasien yang ditangani. Namun beberapa konsumen memilih bermerek karena misal ukuran obat tidak terlalu besar, butiran tidak terlalu kasar, atau rasa tidak terlalu pahit. Beberapa merasa lebih manjur meski tidak terbukti," katanya melalui pesan singkat kepada detikHealth, Jumat (26/7/2019).

Soal harga, dr Eka menyebut perbedaannya memang jauh. Ia mencontohkan obat jantung clopidogrel, di mana generik dijual sebutir 3-4 ribu rupiah, sementara yang bermerek bisa dijual mencapai 18-20 ribu rupiah. 

"Generik ini emang ditekan harganya. Tapi nilai keekonomiannya jadi tidak bagus. Jadinya ada obat esensial yang jarang dipake tapi nggak ada yang memproduksi, misal obat anti aritmia namanya adenosin (ATP)," lanjutnya.

Menyoal kasus obat palsu tersebut, dr Eka berharap ada regulasi untuk pemantauan lebih ketat karena masih banyak orang yang berniat buruk. Atau jika memang memungkinkan, apotek atau tempat penjualan obat yang tidak teregistrasi lebih baik ditutup saja, pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika Obat Generik Jadi Bahan 'Repackage' Obat Palsu Ini Yang Terjadi"

Posting Komentar

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.