Amankah Rutin Mengonsumsi Minuman Protein Tinggi?

Amankah Rutin Mengonsumsi Minuman Protein Tinggi?

Saat ini produk minuman protein kian populer dan makin banyak beredar di pasaran dengan jenis yang beragam. Biasanya Minuman protein ini dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang menjalankan diet atau sedang membentuk tubuh. Konsumsi minuman protein secara rutin perlu dipahami kepentingannya bagi kesehatan tubuh.

Bentuk sediaan minuman protein biasanya dijual dalam bentuk bubuk yang kemudian dilarutkan dengan air menjadi minuman protein. Selain bentuk bubuk, ada juga minuman protein yang dijual sudah dalam bentuk kemasan siap minum.

Minuman protein diyakini sebagai salah satu alternatif mudah mendapatkan ekstra protein untuk meningkatkan kesehatan. Pemasaran suplemen ini  cukup luas,dipasarkan kepada siapa saja mulai dari ibu rumah tangga hingga bodybuilder.

Konsumsi produk minuman protein ini bermanfaat pada kondisi-kondisi tertentu. Sebagai contoh, mereka yang kurang asupan protein, baik dari makanan atau saat dalam masa penyembuhan luka, sehingga mereka membutuhkan asupan tinggi protein. Sedangkan  para bodybuilder  membutuhkan asupan protein untuk membentuk otot tubuh.

Dampak Negatif Minuman Protein
Sebenarnya pada kondisi normal tubuh sudah mendapatkan cukup asupan protein dari makanan sehari-hari. Bila asupan protein sudah cukup namaun anda tetap menambah asupan dari minuman protein, hal ini mungkin akan memberi efek negatif bagi kesehatan.

Berikut beberapa dampak negatif jika mengonsumsi minuman protein secara berlebihan:
1. Meningkatkan pembuangan kalsium tubuh
Mengonsumsi protein secara berlebihan ternyata dapat memberikan dampak negatif terhadap kadar kalsium dalam tubuh. Hal ini karena konsumsi protein berlebihan dapat membuat kadar kalsium tubuh rendah akibat pembuangan kalsium dari urine meningkat.
Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa semakin tinggi konsumsi protein maka semakin banyak kalsium yang akan dibuang melalui urine. Padahal, kalsium dalam tubuh sangat penting dalam menjaga kesehatan tulang.

2. Mengganggu fungsi ginjal
Sudah diketahu secara umum, ginjal berfungsi untuk membuang produk-produk sisa metabolisme serta racun yang masuk dalam tubuh agar hilang dari dalam tubuh. Meningkatnya asupan protein yang diperoleh dari minuman protein akan meningkatkan beban ginjal untuk membuang produk-produk sisa metabolisme protein.
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, asupan protein berlebihan seperti dari minuman protein dapat menurunkan fungsi ginjal akibat ginjal kelelahan bekerja. Konsumsi jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Baca Juga : Hindari Penyakit dengan Cuci Tangan yang Benar

3. Kontaminasi logam berat
Walaupun tidak dapat digeneralisir, beberapa produk minuman protein di Amerika ditemukan mengandung kadar logam berat yang melebihi batas normal dari kadar logam berat yang aman. Beberapa jenis logam berat yang dapat ditemukan dalam minuman protein antara lain arsen, cadmium, timbal, dan merkuri.
Namun demikian, sekali lagi, tidak semua jenis minuman berprotein mengandung logam berat yang berlebihan ini. Untuk itu, jika Anda ingin mengonsumsi minuman berprotein, sebaiknya periksa dahulu kandungan produk yang akan Anda konsumsi.

4. Komposisi nutrien yang tidak seimbang
Idealnya. kebutuhan energi tubuh berasal dari 50-60% kalori, 20-30% lemak, dan 15-20% protein. Karbohidrat dan lemak memiliki fungsi  sebagai penghasil energi utama untuk aktivitas, sementara protein lebih berfungsi  untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak.
Namun, jika proporsi dibalik, dengan persentase protein yang lebih banyak maka protein akan digunakan sebagai bahan bakar energi.

Kekurangan dari proses ini adalah hasil dari metabolisme protein adalh berupa  produk metabolit yang lebih berat, sehingga akan membebani ginjal. Oleh karena itu dangat dianjurkan agar proporsi protein tetap dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Mengonsumsi minuman protein memang baik jika sesuai dengan kebutuhan tubuh. Bila memang ingin mengonsumsinya, akan lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan memberikan dosis dan aturan konsumsi yang bisa disesuaikan dengan tujuan serta kondisi tubuh.

Posting Komentar

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.