Kenali Tanda Masa Subur yang Bisa Anda Rasakan

Kenali Tanda Masa Subur yang Bisa Anda Rasakan

Saat wanita sedang berada di masa suburnya ada beberapa ciri khusus yang bisa menjadi tanda. Ketika  sel telur telah matang dan terlepas dari ovarium untuk menuju ke rahim masa ini disebut sebagai masa ovulasi. Di masa ovulasi inilah kemungkinan besar sel telur akan bertemu dengan sperma lebih tinggi untuk membentuk embrio dan terjadinya kehamilan.

Jika di masa ovulasi ini Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka potensi untuk terjadinya pembuahan pun juga lebih besar. Secara umum, penghitungan masa ovulasi sendiri terjadi di hari ke-13 dan ke-14 setelah masa haid berakhir.  Selain itu biasanya tubuh wanita akan memberikan tanda-tanda lain yang bisa menjadi ciri masa suburnya. Ciri-ciri yang menunjukkan anda sedang dalam masa subur, diantaranya:

1. Gairah Seks yang Meningkat

Jika Anda sadari beberapa tanda bisa menjadi ciri bahwa wanita sedang dalam masa subur. Salah satunya adalah gairah seks yang meningkat dibanding hari-hari lainnya. Biasanya wanita yang sedang dalam masa subur memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks yang lebih tinggi. Mereka akan terus menginginkan hubungan di atas ranjang selama beberapa malam. Bahkan meningkatnya gairah seks ini juga dapat menjadi tanda alami bahwa tubuh telah siap untuk melakukan reproduksi.

2. Keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur

Saat masa ovulasi maka vagina akan mengeluarkan cairan bening yang bentuknya  mirip dengan putih telur. Cairan bening ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang diproduksi untuk mempermudah gerakan sperma di dalam rahim. Saat cairan ini keluar, maka untuk Anda yang ingin segera memiliki buah hati. Sebaiknya mulai untuk mendekatkan diri dengan pasangan. Karena di masa-masa seperti ini proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal.

3. Adanya Sedikit Bercak Kecokelatan

Selain keluarnya cairan bening, biasanya akan disertai dengan adanya bercak kecoklatan yang menempel pada pakaian dalam Anda. Bercak kecokelatan ini merupakan folikel telur yang akan melepaskan dirinya untuk menyambut pembuahan. Jadi, jika Anda mengeluarkan cairan bening yang disertai dengan adanya bercak kecokelatan. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

4. Rahim Terasa Lebih Lembut dan Terbuka

Ketika wanita dalam masa ovulasi, maka posisi rahim akan lebih terbuka. Hal ini akan membuat bagian vagina lebih lembut daripada hari biasanya. Mungkin saat melakukan hubungan seks Anda akan merasakan sedikit rasa sakit. Hal tersebut disebabkan karena vagina terlalu banyak memproduksi cairan pelumas akibat sekresi yang terjadi. Bahkan cairan yang keluar pun akan lebih banyak dan Anda lebih cepat basah saat melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Baca Juga : Tanda Kehamilan yang Sering tak Disadari

5. Nyeri Pada Bagian Payudara

Selain bisa dilihat dari masa ovulasi, tanda masa subur juga dapat dilihat adanya rasa nyeri pada bagian payudara. Meskipun beberapa wanita sering mengalami sakit nyeri akibat beberapa faktor lain. Namun jika rasa nyeri tersebut datang setelah masa haid berakhir dan hanya dirasakan beberaap saat saja. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

6. Perut Bagian Bawah Terasa Sakit

Masa subur juga dapat ditandai dengan adanya rasa sakit di bagian perut bagian bawah. Biasanya rasa sakit ini disertai dengan keluarnya cairan bening ditambah bercak kecoklatan yang keluar dari vagina. Untuk rasa sakitnya sendiri bisa terjadi di bagian perut sebelah kanan atau kiri. Namun durasinya tidak lama, hanya berlangsung beberapa menit atau jam saja.

7. Perut Terasa Kembung

Kondisi perut yang terasa kembung juga merupakan ciri masa subur. Saat masa subur terjadi kemungkinan kondisi seperti perut kembung bisa saja terjadi. Di mana hal ini disebabkan adanya peningkatan pada retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Perut kembung ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa menghilang begitu saja tanpa harus Anda obati.

8. Sakit Kepala

Selain perut kembung yang terjadi secara tiba-tiba, kondisi seperti sakit kepala ataupun migren juga dapat terjadi mendekati masa ovulasi. Meskipun hal ini hanya ditemui sekitar 20% dari wanita dewasa. Namun tanda sakit kepala atau migren sebaiknya jangan Anda anggap berat jika hal tersebut terjadi setelah siklus menstruasi berakhir. Kondisi ini bisa disebabkan karena melonjaknya hormon yang berimbas pada fluktuasi hormon dan menyebabkan sakit di bagian kepala.

9. Mual

Mual bukan hanya dianggap sebagai tanda terjadinya kehamilan namun juga menunjukkan masa subur. Saat seorang wanita merasakan mual di pertengahan bulan setelah masa haidnya berakhir. Mual ini bisa menjadi tanda sedang dalam masa ovulasi atau masa subur. Selain itu, mual juga dapat menjadi gejala PMS akibat peningkatan hormon yang terjadi.

10. Lebih Sensitif

Ciri bahwa Anda sedang dalam masa subur juga ditandai dengan tubuh yang lebih sensitif, terutama di bagian indera penciuman. Di mana beberapa wanita akan merasakan indera penciumannya lebih tajam dibanding hari-hari lainnya. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi setelah siklus haid berakhir.

Selain  ciri-ciri di atas, mengetahui masa subur juga dapat dilakukan dengan cara menghitung masa subur dengan sistem kalender. Cara ini bisa Anda lakukan jika ciri-ciri di atas sulit untuk Anda ketahui. Apalagi untuk Anda yang kurang peka terhadap beberapa kondisi di masa subur tersebut.

Untuk menghitung masa subur dapat Anda melakukannya dengan mencoba rumus kalkulator masa subur di bawah ini:

Pertama, ketahui berapa lama siklus masa haid Anda. Untuk jarak yang mendekati 21 hari maka disebut dengan siklus pendek. Sedangkan, jarak yang mendekati 35 hari disebut dengan siklus panjang. Untuk Anda yang berada di siklus pendek, maka bisa dikurangi dengan angka 18, sedangkan untuk yang siklus panjang bisa dikurangi dengan angka 11. Maka Anda akan menemukan kapan terjadinya masa subur wanita.

Posting Komentar

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.