Tips Mengatasi Efek Gas Air Mata Saat Demo

Tips Mengatasi Efek Gas Air Mata Saat Demo

Maraknya demonstrasi penolakan RUU KUHP akhir-akhir ini memicu seringnya penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa. Padahal penggunaan gas ini telah dilarang digunakan di wilayah perang. Lantas, apa yang harus Anda segera perbuat untuk mengantisipasi jika terperangkap dalam situasi seperti ini?

Apa itu gas air mata?

Gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I oleh Prancis dan Jerman sebagai senjata kimia. Saat ini gas air mata digunakan oleh penegak hukum sebagai pengontrol kerusuhan.
Ada 3 jenis gas air mata yang saat ini umum digunakan yaitu:
• CS (chlorobenzylidenemalononitrile) digunakan untuk mengatasi kerusuhan sejak tahun1950an akhir.
• CN (chloroacetophenone) — sering dijual sebagai Mace
• Semprotan merica — dibuat dari capsaicin yang dilarutkan dalam pelarut minyak, biasanya digunakan sebagai senjata pertahanan diri pribadi.
Apa saja kandungan dalam gas air mata?
Gas air mata mengandung lebih dari satu zat kimia yang awalnya berbentuk padat. Dalam satu kaleng gas air mata, terkandung:
• Arang: terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai murni menjadi karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara. Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar.
• Kalium nitrat: Kalium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat sumbu dilepas, yang akan semakin menyulut nyala api dari arang.
• Silikon: Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi bubuk kaca mikro super panas (bersuhu 1371º Celsius) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut.
• Sukrosa: merupkan senyawa gula yang jadi bahan bakar api. Gula akan meleleh pada suhu 185º Celsius yang kemudian membantu menguapkan senyawa kimia lain di dalamnya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi.
• Potasium klorat: Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, potasium klorat melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dashyat. Potasium klorat akan terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari granat.
• Magnesium karbonat: Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga kadar pH gas air mata sedikit basa; menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air. Saat dipanaskan, senyawa ini melepaskan CO2 yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan lebih luas.
• O-Chlorobenzalmalononitrile: O-Chlorobenzalmalononitrile adalah agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit. Dosis 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik cukup digunakan ampuh untuk membubarkan kerumunan orang. Sebaliknya jika dosisnya mencapai 25 mg/m². O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan
Ketika akan digunakan sebagai senjata penjinak massa, semua senyawa ini bercampur dengan agen pelarut dan berubah menjadi gas yang mengacaukan saraf-saraf sensorik tubuh.

Apa dampak terkena gas air mata?
Gas air mata umumnya tidak mematikan, tapi beberapa agennya beracun dan bisa memicu peradangan pada kulit, selaput lendir mata, hidung, mulut, serta paru-paru. Setelah 30 detik kontak efek semprotan gas biasanya dapat mulai terasa.
Gejala termasuk sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, sensasi tenggorokan tercekik, disorientasi, dan perubahan emosional drastis (kebingungan, kepanikan, dan kemarahan intens). muntah-muntah dan diare dapat terjadi jika anda mengalami kontaminasi berat.
Efek disorientasi dan kebingungan mungkin tidak sepenuhnya psikologis. Efek ini dimungkinkan oleh pelarut yang digunakan karena diduga dapat memicu perubahan kerja otak yang menimbulkan reaksi psikologis negatif, dan mungkin lebih beracun dari agen penghasil air matanya itu sendiri.

Tips Melindungi Diri dari Gas Air Mata
Jika Anda merasa akan terjebak dalam situasi yang rentan, mengenakan kacamata pelindung adalah perlindungan terbesar yang bisa Anda miliki. Kacamata renang dapat digunakan jika kacamata khusus pelindung bahan kimia tidak tersedia.
Untuk mencegah risiko sesak napas Anda dapat merendam bandana atau handuk kecil dalam jus lemon atau cuka, dan simpan dalam sebuah kantong plastik. Anda dapat bernapas dengan kain yang diasamkan tersebut selama beberapa menit
Granat gas air mata akan mengeluarkan wadah logam yang nantinya melepaskan gas di udara. Wadah ini panas, jadi jangan menyentuhnya. Jangan mengambil tabung gas air mata yang tergeletak di jalanan, karena dapat meledak suatu saat dan menyebabkan cedera.

Apa yang harus dilakukan jika kita terpapar gas air mata?
Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat yang terpasang di ujung senapan dan ditembakkan dengan peluru kosong sehingga campuran zat ini akan tersebar di udara. Akibatnya Anda mungkin mendengar suara tembakan kencang ketika pelatuk gas air mata ini dilepaskan. Jangan panik menganggap Anda ditembak peluru mesiu.
Sebaliknya Anda harus tetap tenang dan cari udara segar. Segera mendongak ke atas ketika Anda mendengar tembakan untuk mengetahui dan menghindari kemungkinan Anda berada di jalur yang sama dengan granat. Segera keluar dari kerumunan dan carilah tempat yang aman dengan sirkulasi udara lancar. Carilah tempat yang memiliki arah angin atau pergi ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah Anda berhasil lolos ke tempat aman, efek gas akan mereda sendiri kurang lebih dalam 10 menit. Jika Anda memakai lensa kontak, segera lepaskan. Segera cuci mata dan wajah dengan larutan Normal Saline steril atau air bersih sampai gejala iritasi mereda. Cara lainnya, guyur seluruh badan dengan susu. Susu adalah salah satu cara untuk menetralisir efek gas air mata yang dipercaya mampu meringankan rasa sakit.

Jika Anda tidak mengenakan kacamata pelindung, kacamata renang, atau masker gas, tutupi wajah dengan bagian dalam baju. Dengan begitu, Anda bisa mengulur waktu untuk mendapatkan sedikit udara yang tidak terkontaminasi gas. Namun jika baju Anda sudah kena semprot sangat banyak, cara ini akan sia-sia. Segera lepaskan baju yang Anda kenakan agar paparan gas tidak semakin mengiritasi kulit. Kulit yang terkena gas harus segera  dicuci dengan sabun dan air. Kulit yang mengalami gejala luka bakar dapat diperban.

Apabila menghirup gas membuat Anda kesulitan bernapas, dapatkan bantuan oksigen tambahan. Dalam beberapa kasus, kesulitan bernapas karena gas air mata juga dapat cepat ditanggulangi dengan menghirup inhaler asma (obat hirup).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Mengatasi Efek Gas Air Mata Saat Demo"

Posting Komentar

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.