Articles by "KLIK"

Tampilkan postingan dengan label KLIK. Tampilkan semua postingan

Amankah Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa?

Menurut Perka BPOM,Batas kedaluwarsa adalah keterangan batas waktu obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan layak untuk dikonsumsi dalam bentuk tanggal, bulan, dan tahun, atau bulan dan tahun
Tanggal kadaluwarsa adalah tanggal terakhir penggunaan yang aman dari produsen obat (pabrik farmasi) yang menjamin obat dapat memberikan potensi yang aman dan optimal. Tanggal kedaluwarsa obat harus tertera pada label obat.
Saat kemasan obat dibuka, maka tanggal kedaluwarsa yang tertera tidak lagi berlaku, hal ini disebabkan adanya perubahan kondisi di dalam kemasan, seperti suhu dan cahaya yang akan mempengaruhi kecepatan waktu kedaluarsa obat. Oleh karena itu, beberapa produsen mencantumkan, “jangan gunakan setelah…” atau “buang setelah…”.
Minum obat kedaluwarsa memungkinkan menyebabkan penyakit yang lebih serius dan ketahanan (resistensi) antibiotik, karena obat yang kedaluwarsa tertentu berisiko ditumbuhi bakteri, sehingga kemungkinan antibiotik gagal mengobati infeksi.
Bolehkah Obat-obatan yang Kedaluwarsa Digunakan?
Bolehkah obat Expired diminum? Bila ingin mengonsumsi, pastikan waktu kedaluwarsa, penyimpanan obat, jenis obatnya, dan bentuk fisik obat, apakah ada perubahan warna, bentuk atau bau dari obat.
Kenyataannya, sulit untuk menentukan sampai kapan batas penggunaan obat kadaluwarsa tersebut dapat memberikan potensi yang optimal. Hal ini tergantung komposisi obat, jenis bahan pengawet yang digunakan, perubahan suhu, cahaya, kelembapan, cara penyimpanan dan kondisi tempat penyimpanan lainnya. Potensi obat dapat berkurang setelah kemasan dibuka.
Obat Kedaluwarsa yang Tidak Boleh Digunakan
1. Sunscreen
Segera buang sunscreen yang sudah kedaluwarsa karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunscreen yang kedaluwarsa dapat menyebabkan kanker kulit. Bila botol sunscreen sering terkena sinar matahari langsung, lebih baik sunscreen dibuang bahkan sebelum melewati tanggal kedaluwarsa. Paparan panas secara terus menerus dapat mempercepat pemecahan bahan-bahan aktif di dalamnya sehingga kulit Anda tidak terlindungi.
2. Obat kumur
Efek obat kadaluwarsa dari obat ini berpotensi menyebabkan pertumbuhan bakteri karena kandungan air yang cukup tinggi. Setelah melewati tanggal kedaluwarsanya, kemampuan bahan-bahan aktif di dalamnya mulai menurun.
3. Obat sirup
Obat dalam bentuk sirup dan suspensi mudah mengalami kerusakan dibandingkan obat-obat lainnya. Kandungan Alkohol dalam sirup dapat menguap dan potensi bahan aktif dapat berkurang serta mengendap di dasar botol sehingga tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama bila menyangkut pengobatan infeksi menggunakan antibiotik. Resistensi antibiotik dapat terjadi apabila menggunakan obat-obatan sub-poten.
4. Krim/ salep
Setelah melewati tanggal kedaluwarsa, zat aktif dalam obat mulai menghilang, sehingga obat bentuk krim/ salep sebaiknya dibuang. Bila obat-obatan dalam bentuk krim/ salep mulai terbentuk bubuk atau menggumpal disertai dengan bau yang kuat atau mengering sebaiknya segera dibuang.
5. Pasta gigi
Fluorida kehilangan efektivitasnya setelah dua tahun, sehingga penggunaan pasta gigi kedaluwarsa tidak memberikan perlindungan terhadap gigi berlubang dan plak.
6. Obat tetes mata
Obat ini mudah terkontaminasi bakteri terutama jika ujung penetes menyentuh mata yang sakit. Penyimpanan pada suhu sedang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri sehingga harus disimpan dalam kulkas. Obat tetes mata yang keruh menunjukkan adanya kontaminasi walaupun tanggal kedaluwarsanya masih lama. Hal ini juga berlaku untuk obat dalam bentuk sediaan cair lainnya.
7. Vaksin, insulin, dan obat dari bahan biologis lain
Obat jenis ini mudah mengalami degradasi setelah melewati tanggal kedaluwarsa sehingga sebaiknya dibuang saja.
8. Nitrogliserin oral (NTG)
Obat yang digunakan untuk angina (nyeri dada), dapat kehilangan potensinya dengan cepat setelah botol obat dibuka.
9. Tetrasiklin
Tetrasiklin dapat menghasilkan metabolit toksik, tetapi ini kontroversial di antara para peneliti.
10. Obat-obatan usang
Obat dalam bentuk bubuk atau yang sudah rapuh, obat-obatan yang berbau kuat, atau obat-obatan yang mengering  harus dibuang.
Efek Minum Obat Kedaluwarsa
Tidak ada laporan secara spesifik atau penelitian khusus yang menghubungkan minum obat kedaluwarsa terhadap keracunan pada manusia. Namun, kemungkinan menyebabkan penyakit yang lebih serius dan resistensi antibiotik.
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter bila tidak sengaja mengonsumsi obat kedaluwarsa.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam konteks obat kedaluawarsa adalah keamanannya. Unsur kimia dan fisik obat dapat berubah seiring waktu, yang dapat menyebabkan masalah keamanan. Sering ada tanda-tanda fisik dari perubahan ini, seperti perubahan warna dari obat yang kedaluwarsa.
Sangat sulit untuk menentukan apakah obat kedaluarsa aman atau tidak, sehingga profesional medis merekomendasikan untuk tidak menggunakannya, karena risiko yang tidak diketahui dari obat expired tertentu.
Penyimpanan obat yang baik dan benar mampu membantu menjaga potensi dalam waktu yang lama. Sebaiknya obat tidak disimpan dalam tempat yang panas dan lembap. Agar tetap stabil, sebaiknya obat disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pastikan bungkus obat tetap utuh dan jauhkan dari jangkauan anak maupun binatang peliharaan.

Baca Juga : Cara Tepat Mengelola Obat Kadaluarsa

Pastikan Obat Aman dengan "KLIK" Sebelum Membeli
Saat anda memerlukan obat-obatan, anda biasa membeli obat-obata tersebut di apotek toko obat atau warung. Mudahnya anda dalam mendapatkan obat bahkan secara online bukan berarti Anda bisa sembarangan membeli dan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas. Pastikan Anda sudah cek obat tersebut, apakah sudah dinyatakan aman atau belum.

Namun, apa saja yang harus anda periksa sebelum mengonsumsi obat-obatan, baik yang dijual bebas maupun yang tersedia secara terbatas? Berikut  teknik cek obat yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Mengenal Cek Obat dengan KLIK BPOM
Sebagai konsumen, Anda harus cerdas dan teliti saat memilih obat-obatan. Pasalnya, salah minum obat bisa menimbulkan berbagai jenis efek samping yang berbahaya. Apalagi saat ini sudah banyak produsen obat yang sebenarnya belum terdaftar resmi. Anda juga perlu memerhatikan apakah obat yang Anda beli benar-benar asli dari pabriknya, tidak dicampur bahan-bahan asing oleh pihak tertentu.
Untuk memastikan konsumen bisa memilih produk obat yang aman, BPOM menganjurkan cek KLIK. KLIK adalah singkatan dari Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Empat hal inilah yang wajib Anda periksa sebelum membeli obat di apotek atau toko obat.

Cek Obat dengan Metode KLIK
Metode cek obat dengan KLIK ini bisa mencegah Anda mengonsumsi obat-obatan palsu, tidak resmi, atau yang sudah lewat masa berlakunya. Berikut cara melakukan pengecekan keamanan obat yang harus anda perhatikan;

1. Kemasan
Hal  pertama yang harus diperiksa adalah apakah kemasan obat masih layak dijual. Sebagai contoh, kalau boksnya sudah usang dan berlubang, itu berarti obat tidak disimpan di tempat yang layak. Kemungkinan besar isinya pun sudah rusak dan tidak layak konsumsi. Perhatikan juga kalau kemasannya sudah pudar, tampak luntur, atau robek. Sebaiknya jangan dibeli dan dikonsumsi. Obat ini mungkin umurnya sudah terlalu lama.

2. Label
Selalu baca lagi label obat yang akan Anda beli, meskipun Anda sudah berulang kali beli obat yang sama di toko. Setiap obat seharusnya mengandung label atau informasi yang berisi hal-hal berikut ini.
Nama produk
Komposisi atau bahan aktif (misalnya paracetamol atau aluminium hidroksida)
Kategori obat (misalnya analgesik, antihistamin, atau dekongestan)
Kegunaan obat (misalnya meredakan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, gatal karena alergi, batuk berdahak, atau mual)
Peringatan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu
Dosis obat
Informasi lain, misalnya anjuran penyimpanan

3. Izin edar
Pastikan obat-obatan yang Anda konsumsi sudah mengantongi nomor izin edar (NIE) dari Badan POM Indonesia. Obat-obatan yang sudah memiliki izin biasanya akan mencantumkan nomor registrasi pada kemasannya. Bila Anda masih ragu, silakan unduh aplikasi Cek BPOM melalui ponsel dengan sistem operasi Android. Anda dapat juga melakukan pengecekan NIE obat pada website cekbpom.pom.go.id, pada web tersebut anda juga dapat melakukan pengecekan izin edar kosmetik. Makanan, obat tradisional dan suplemen makanan.

4. Kedaluwarsa
Selalu cari tanggal kedaluwarsa obat sebelum Anda beli. Perlu diingat, mengonsumsi obat yang kedaluwarsa dapat berisiko tinggi bagi kesehatan. Selain karena khasiat obat telah berkurang atau hilang, obat mungkin mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya. Jadi, jika anda memiliki obat kedaluwarsa, lebih baik jangan diminum dan bisa di buang sesuai petunjuk yang tepat.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.