Articles by "batuk"

Tampilkan postingan dengan label batuk. Tampilkan semua postingan

7 Tips Meredakan Batuk dan Pilek Tanpa Obat

Sakit karena batuk dan pilek memang tidak enak rasanya. Keluhan yang sering dialami adalah  sulit bernapas, tenggorokan terasa gatal, pilek, bersin-bersin, sakit kepala, batuk dan masih banyak lagi.

Walau bukan penyakit berbahaya, batuk dan pilek bisa mengganggu aktivitas sehari-hari apalagi jika kalian juga terkena demam.Perlu kamu tahu kalau batuk dan pilek umumnya disebabkan oleh virus. Kabar baiknya, itu bisa sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, mungkin kamu merasa aktivitasmu banyak terganggu jika batuk dan pilek yang diderita tak kunjung sembuh, bahkan bisa jadi berhari-hari. Antibiotik tidak diperlukan jika kamu terkena batuk dan pilek, karena antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri. Dikutip dari hellosehat.com, berikut ini cara mengobati batuk dan pilek tanpa menggunakan obat.
1. Perbanyak Minum Untuk Menipiskan Lendir
exels.com/bruce mars
Batuk dan pilek akan menyebabkan lendir atau ingus berlebihan dan menumpuk di belakang tenggorokan (postnasal drip). Dengan memperbanyak minum, tubuh akan terhidrasi dengan baik dan selaput lendir akan tetap lembap.
Selain itu, lendir akibat postnasal drip akan menipis. Salah satu cara ampuh untuk meredakan tenggorokan gatal adalah dengan minum teh hangat yang telah dicampur madu.
2. Mandi Atau Berendam Air Hangat
pexels.com/adobestock
Biasanya, batuk dan pilek semakin parah saat udara kering. Karena itu, mandi atau berendam air hangat dapat mengurangi batuk dan pilek yang diderita. Selain berendam air hangat, bisa menggunakan alternatif lain dengan humidifer atau pelembap ruangan.
3. Mengisap permen lozenges atau pereda tenggorokan
thestreetsofbarangaroo.com
Mengisap permen ternyata juga bisa meredakan batuk dan pilek. Pilihlah permen pelega tenggorokan yang mengandung mentol. Dengan begitu, hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan akan lega.
4. Tetaplah Di Rumah Dan Hindari Kerumunan Orang
unsplash.com/Anthony Tran
Cara terbaik untuk sembuh dari batuk dan pilek adalah istirahat yang cukup di rumah. Istirahat akan mengembalikan stamina yang turun karena sakit batuk dan pilek. Hal itu juga mencegah untuk bertemu dengan banyak orang sehingga tidak terjadi penularan batuk dan pilek ke orang lain.
5. Hindari Alkohol dan Rokok
Mengonsumsi alkohol dan roko saat batuk dan pilek hanya akan memperparah kondisi, karena sistem imun akan memburuk, sebaiknya hindari agar batuk dan pilek cepat sembuh
6. Makan makanan Bergizi
Sakit memang menyebabkan berkurangnya nafsu makan, namun saat batuk dan pilek tubuh butuh asupan nutrisi yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh akan lebih mudah untuk pulih.
7. Tidur yang Cukup
Hindari begadang dan tidurlah yang cukup, tak masalah bila waktu tidur menjadi lebih lama asal kondisi tubuh membaik.
Batuk dan pilek biasanya terjadi saat pergantian musim atau cuaca yang tak menentu, jagalah kondisi tubuh agar terhindar dari penyakit.

"Swamedikasi" Pengobatan Sendiri

Meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan tidak terkecuali dalam memilih obat dapat memungkinkan masyarakat melakukan swamedikasi mandiri. Upaya  masyarakat untuk memilih obat dalam rangka mengobati diri sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi. Swamedikasi atau pengobatan sendiri biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan sakit ringan yang biasa di derita seperti demam, nyeri, pusing, batuk, sakit maag, diare dan lain-lain.

Swamedikasi yang tepat dilakukan dengan mengonsumsi obat bebas atau obat bebas terbatas. Obat bebas (logo lingkaran hijau) dan obat bebas terbatas (logo lingkaran biru) dapat dibeli langsung di apotek atau toko obat tanpa resep dari dokter. Adapun obat keras (logo lingkaran merah bertuliskan huruf ‘K’) hanya boleh dibeli di apotek dengan menggunakan resep dokter. Obat keras yang digunakan tanpa pemeriksaan atau diagnosa dokter dikhawatirkan akan menimbulkan resiko bagi tubuh sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Untuk menetapkan jenis obat yang dibutuhkan perlu diperhatikan hal berikut :
Gejala atau keluhan penyakit
Kondisi khusus misalnya hamil, menyusui, bayi, lanjut usia dan lain-lain
Pengalaman alergi obat
Pilihlah obat yang sesuai dengan gejala penyakit dan tidak kontraindikasi dengan kondisi tubuh kita
Perhatikan nama obat, kegunaan, cara pakai, efek samping ,kontraindikasi, peringatan, interaksi obat, cara penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa
Perhatikan makanan, minuman atau obat lain yang harus dihindari saat mengonsumsi obat tersebut

Perlu diperhatikan penggunaan obat swamedikasi hanya untuk jangka pendek saja, jika gejala tidak membaik atau memburuk hentikan penggunaan dan tanyakan kepada Apoteker dan dokter.  Bila muncul gejala sesak napas, kulit kemerahan, gatal, bengkak, mual dan muntah kemungkinan telah terjadi efek samping obat atau reaksi alergi terhadap obat yang diminum. Segera hentikan pengobatan dan kunjungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.