Articles by "kehamilan"

Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

Kenali Tanda Masa Subur yang Bisa Anda Rasakan

Saat wanita sedang berada di masa suburnya ada beberapa ciri khusus yang bisa menjadi tanda. Ketika  sel telur telah matang dan terlepas dari ovarium untuk menuju ke rahim masa ini disebut sebagai masa ovulasi. Di masa ovulasi inilah kemungkinan besar sel telur akan bertemu dengan sperma lebih tinggi untuk membentuk embrio dan terjadinya kehamilan.

Jika di masa ovulasi ini Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka potensi untuk terjadinya pembuahan pun juga lebih besar. Secara umum, penghitungan masa ovulasi sendiri terjadi di hari ke-13 dan ke-14 setelah masa haid berakhir.  Selain itu biasanya tubuh wanita akan memberikan tanda-tanda lain yang bisa menjadi ciri masa suburnya. Ciri-ciri yang menunjukkan anda sedang dalam masa subur, diantaranya:

1. Gairah Seks yang Meningkat

Jika Anda sadari beberapa tanda bisa menjadi ciri bahwa wanita sedang dalam masa subur. Salah satunya adalah gairah seks yang meningkat dibanding hari-hari lainnya. Biasanya wanita yang sedang dalam masa subur memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks yang lebih tinggi. Mereka akan terus menginginkan hubungan di atas ranjang selama beberapa malam. Bahkan meningkatnya gairah seks ini juga dapat menjadi tanda alami bahwa tubuh telah siap untuk melakukan reproduksi.

2. Keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur

Saat masa ovulasi maka vagina akan mengeluarkan cairan bening yang bentuknya  mirip dengan putih telur. Cairan bening ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang diproduksi untuk mempermudah gerakan sperma di dalam rahim. Saat cairan ini keluar, maka untuk Anda yang ingin segera memiliki buah hati. Sebaiknya mulai untuk mendekatkan diri dengan pasangan. Karena di masa-masa seperti ini proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal.

3. Adanya Sedikit Bercak Kecokelatan

Selain keluarnya cairan bening, biasanya akan disertai dengan adanya bercak kecoklatan yang menempel pada pakaian dalam Anda. Bercak kecokelatan ini merupakan folikel telur yang akan melepaskan dirinya untuk menyambut pembuahan. Jadi, jika Anda mengeluarkan cairan bening yang disertai dengan adanya bercak kecokelatan. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

4. Rahim Terasa Lebih Lembut dan Terbuka

Ketika wanita dalam masa ovulasi, maka posisi rahim akan lebih terbuka. Hal ini akan membuat bagian vagina lebih lembut daripada hari biasanya. Mungkin saat melakukan hubungan seks Anda akan merasakan sedikit rasa sakit. Hal tersebut disebabkan karena vagina terlalu banyak memproduksi cairan pelumas akibat sekresi yang terjadi. Bahkan cairan yang keluar pun akan lebih banyak dan Anda lebih cepat basah saat melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Baca Juga : Tanda Kehamilan yang Sering tak Disadari

5. Nyeri Pada Bagian Payudara

Selain bisa dilihat dari masa ovulasi, tanda masa subur juga dapat dilihat adanya rasa nyeri pada bagian payudara. Meskipun beberapa wanita sering mengalami sakit nyeri akibat beberapa faktor lain. Namun jika rasa nyeri tersebut datang setelah masa haid berakhir dan hanya dirasakan beberaap saat saja. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

6. Perut Bagian Bawah Terasa Sakit

Masa subur juga dapat ditandai dengan adanya rasa sakit di bagian perut bagian bawah. Biasanya rasa sakit ini disertai dengan keluarnya cairan bening ditambah bercak kecoklatan yang keluar dari vagina. Untuk rasa sakitnya sendiri bisa terjadi di bagian perut sebelah kanan atau kiri. Namun durasinya tidak lama, hanya berlangsung beberapa menit atau jam saja.

7. Perut Terasa Kembung

Kondisi perut yang terasa kembung juga merupakan ciri masa subur. Saat masa subur terjadi kemungkinan kondisi seperti perut kembung bisa saja terjadi. Di mana hal ini disebabkan adanya peningkatan pada retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Perut kembung ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa menghilang begitu saja tanpa harus Anda obati.

8. Sakit Kepala

Selain perut kembung yang terjadi secara tiba-tiba, kondisi seperti sakit kepala ataupun migren juga dapat terjadi mendekati masa ovulasi. Meskipun hal ini hanya ditemui sekitar 20% dari wanita dewasa. Namun tanda sakit kepala atau migren sebaiknya jangan Anda anggap berat jika hal tersebut terjadi setelah siklus menstruasi berakhir. Kondisi ini bisa disebabkan karena melonjaknya hormon yang berimbas pada fluktuasi hormon dan menyebabkan sakit di bagian kepala.

9. Mual

Mual bukan hanya dianggap sebagai tanda terjadinya kehamilan namun juga menunjukkan masa subur. Saat seorang wanita merasakan mual di pertengahan bulan setelah masa haidnya berakhir. Mual ini bisa menjadi tanda sedang dalam masa ovulasi atau masa subur. Selain itu, mual juga dapat menjadi gejala PMS akibat peningkatan hormon yang terjadi.

10. Lebih Sensitif

Ciri bahwa Anda sedang dalam masa subur juga ditandai dengan tubuh yang lebih sensitif, terutama di bagian indera penciuman. Di mana beberapa wanita akan merasakan indera penciumannya lebih tajam dibanding hari-hari lainnya. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi setelah siklus haid berakhir.

Selain  ciri-ciri di atas, mengetahui masa subur juga dapat dilakukan dengan cara menghitung masa subur dengan sistem kalender. Cara ini bisa Anda lakukan jika ciri-ciri di atas sulit untuk Anda ketahui. Apalagi untuk Anda yang kurang peka terhadap beberapa kondisi di masa subur tersebut.

Untuk menghitung masa subur dapat Anda melakukannya dengan mencoba rumus kalkulator masa subur di bawah ini:

Pertama, ketahui berapa lama siklus masa haid Anda. Untuk jarak yang mendekati 21 hari maka disebut dengan siklus pendek. Sedangkan, jarak yang mendekati 35 hari disebut dengan siklus panjang. Untuk Anda yang berada di siklus pendek, maka bisa dikurangi dengan angka 18, sedangkan untuk yang siklus panjang bisa dikurangi dengan angka 11. Maka Anda akan menemukan kapan terjadinya masa subur wanita.



Kesuburan merupakan hal harus diperhatikan bagi pasangan suami istri maupun bagi mereka yang merencanakan untuk mendapatkan keturunan. Salah satu faktor yang menentukan tingkat kesuburan adalah asupan gizi yang baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa asupan gizi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas sperma maupun sel telur, di mana hal tersebut nantinya juga akan berpengaruh terhadap janin serta kesehatan bayi, anak-anak, bahkan hingga usia mereka beranjak dewasa. Jadi, bagi Anda yang tidak ingin bermasalah dengan kesuburan,Anda  harus menjaga asupan gizi yang baik. Ada beberapa jenis sumber makanan yang dipercaya sangat baik untuk kesuburan, salah satunya adalah buah alpukat.

Ada beberapa alasan mengapa alpukat sangat baik untuk meningkatkan kesuburan, di antaranya adalah :
1. Alpukat sarat akan kandungan asam folat
Alpukat mengandung asam folat yang tinggi, dalam sajian 150 gram alpukat terdapat kandungan asam folat sebanyak ± 122 mcg atau sekitar 30% dari rekomendasi asupan harian kita. Asam folat ata Vitamin B9  memiliki fungsi  untuk membantu meningkatkan kesuburan baik pria maupun wanita.
§  Bagi wanita, asam folat  dapat membantu memperkuat sel telur sehingga diharapkan peluang serta kesempatan untuk hamil akan lebih besar. Asam folat juga sangat berperan penting untuk membantu menurunkan resiko bayi mengalami kecacatan syaraf saat nanti dilahirkan.
§  Bagi pria, asam folat berfungsi untuk membantu meningkatkan kualitas serta kuantitas sperma yang dihasilkan. Kualitas sperma mempengaruhi pembuahan sel telur, jika sperma memiliki kualitas yang buruk maka sel telur akan sulit dibuahi. Dan meskipun sel telur bisa dibuahi, hal lain yang dikhawatirkan adalah kondisi tersebut dapat menyebabkan cacat pada bayi serta timbulnya berbagai penyakit pada bayi seperti penyakit Down Syndrome.
Baca Juga : Cara Aman Mengatasi Jerawat pada Ibu Hamil 2. Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang tinggi
Alpukat merupakan buah penghasil lemak tak jenuh tunggal. Selain alpukat, sumber lemak tak jenuh tunggal bisa didapatkan dari minyak zaitun dan minyak kacang. Lemak jenis ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Lemak tak jenuh tunggal memiliki peran penting dalam sistem endokrin yang mengatur hormon dalam proses reproduksi. lemak tak jenuh tunggal  yang terdapat dalam150 gram buah alpukat adalah sebanyak 14,7 gram dari total kadar lemak sebanyak 22 gram atau sekitar 34% dari rekomendasi asupan nutrisi harian. Yang perlu Anda ingat adalah memenuhi asupan lemak terutama lemak tak jenuh adalah sangat penting, akan tetapi jangan sampai Anda berlebih-lebihan dalam hal mengkonsumsinya, karena jika itu dilakukan justru dapat mengganggu kesuburan Anda.

3. Alpukat banyak mengandung vitamin B6
Buah alpukat juga memiliki kandungan vitamin B6 yang memiliki peranan yang cukup besar dalam masalah kesuburan. Kandungan vitamin B6 dalam 150 gram sajian buah alpukat adalah  ±0,4 mg atau sekitar 19% dari rekomendasi asupan harian. Vitamin B6 berfungsi untuk membantu menjaga kualitas sperma serta sel telur agar tetap dalam kondisi yang baik sehingga diharapkan pembuahan dapat berjalan dengan baik. Anda juga bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari beberapa sumber makanan lain seperti bayam, kacang kedelai, hati, ikan, serta beras merah.

4. Alpukat sumber vitamin C
Alpukat merupakan salah satu sumber penghasil vitamin C yang sangat baik. Dalam sajian 150 gram buah alpukat terdapat ± 15 mg Vitamin C atau sekitar 25 % dari rekomendasi asupan harian. Manfaat alpukat untuk kesuburan lainnya adalah untuk melindungi kemampuan reproduksi, vitamin C juga berperan dalam proses pembentukan sel telur.

5. Alpukat juga mengandung nutrisi lainnya
Selain beberapa kandungan nutrisi di atas, masih banyak nutrisi lain yang terkandung dalam buah alpukat yang baik secara langsung maupun tidak langsung berperan terhadap tingkat kesuburan seseorang. Seperti vitamin E (alpha tocopherol), kalium, serat, zinc, dan masih banyak lagi jenis nutrisi lainnya. Manfaat vitamin E berperan untuk menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta guna menurunkan resiko terjadinya keguguran, serat berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, dan lain sebagainya.

Fakta tentang Buah Alpukat
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mengonsumsi alpukat, seperti :
§  Buah alpukat yang telah masak bisa dikonsumsi secara langsung atau bisa juga dikonsumsi dengan tambahan madu, di olah menjadi jus segar, bahan es campur, koktail, atau olahan lainnya.
§  Daging buah alpukat yang terlalu matang akan mengalami perubahan menjadi kecoklatan akibat teroksidasi. Meskipun dianggap tak berbahaya, akan tetapi kondisi tersebut bisa mengurangi penampilan dari buah alpukat, sehingga terlihat kurang menarik. Untuk mencegah hal tersebut, Anda bisa menambahkan sedikit perasan jeruk lemon pada daging buah yang telah dibelah.
§  Bagi beberapa kalangan, konsumsi buah alpukat sebaiknya dihindari, terutama bagi mereka yang mengalami alergi lateks dan bagi mereka yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, karena konsumsi alpukat bisa menyebabkan kurang efektifnya kerja obat yang dikonsumsi.
§  Konsumsi alpukat dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak yang ada pada buah tersebut, dan obesitas juga bisa mengganggu tingkat kesuburan seseorang. Selain itu, lemak akan lebih lama untuk dicerna oleh organ tubuh daripada nutrisi lainnya, sehingga konsumsi lemak yang berlebihan akan membuat tubuh kekurangan nutrisi

        
Manfaat Asam Folat Bagi Ibu Hamil dan Calon Bayi
        Asam folat memiliki peran dalam sintesis DNA, RNA, dan protein. Kekurangan asam folat dapat menimbulkan terjadinya anemia megaloblastik. Jika kandungan asam folat pada masa sebelum dan selama kehamilan tercukupi, risiko gejala spina bifida pada bayi dapat dikurangi. Asam folat mencegah terjadinya cacat bawaan pada bayi yang disebabkan oleh kelainan pertumbuhan susunan saraf. FDA (Food and Drug Administration) menganjurkan untuk memfortifikasi asam folat pada makanan yang banyak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, sebagai upaya untuk menurunkan prevalensi defisiensi folat.
         
         Dalam proses perkembangan otak, nutrisi yang cukup sangatlah diperlukan si Kecil. Memenuhi asupan nutrisinya sangatlah penting, terutama selama masa kehamilan dan pertumbuhan bayi, yang merupakan periode pembentukan otaknya. Nutrisi juga sangat penting untuk dasar perkembangan kognitif, motorik, dan keterampilan sosio-emosional pada masa kanak-kanak dan dewasa kelak. Pada periode dini pertumbuhan si Kecil, harus menjadi fokus pencegahan defisiensi nutrisi, yang memiliki manfaat jangka panjang dan luas bagi individu dan masyarakat. Selain nutrisi, perkembangan otak yang optimal juga dipengaruhi oleh pengalaman dan reaksi dari lingkungan.
    
     Asam folat merupakan salah satu vitamin yang termasuk dalam kelompok vitamin B, dan merupakan unsur penting dalam sintesis DNA (deoxyribo nucleic acid). Asam folat berperan sebagai nutrisi pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil yang dimulai sejak awal masa kehamilan.
Sekitar 22 hari setelah konsepsi, lempeng saraf akan membentuk tabung neural yang kemudian berubah menjadi otak dan saraf tulang belakang si Kecil. Dengan nutrisi yang cukup, di antaranya asam folat, tembaga, dan vitamin A, sangat penting pada masa ini. Tujuh minggu setelah konsepsi, sel saraf, akson, dendrit, dan sinaps mulai terbentuk.Kekurangan asam folat dapat menyebabkan tidak sempurnanya pembentukan tabung saraf si Kecil, sehingga menyebabkan kelainan seperti anensefali  dan spina bifida.

     Mengonsumsi asam folat sebelum dan selama masa kehamilan dapat mencegah terjadinya kelainan pada otak dan saraf tulang belakang si Kecil. Selain itu, asam folat juga berperan pada pembentukan sel darah merah. Dilaporkan, 3%-75% anemia megaloblastik terjadi pada wanita yang tidak menerima asupan asam folat. 

        Bila asupan asam folat tidak tercukupi, kelainan pada susunan saraf bisa terjadi pada 3-4 minggu usia kehamilan. CDC merekomendasikan untuk mengonsumsi asam folat paling tidak satu bulan sebelum hamil, dan setiap hari selama masa kehamilan. Rekomendasi asam folat untuk wanita dengan usia produktif adalah sebanyak 400mcg setiap harinya. Wanita hamil hingga usia kandungan tiga bulan juga direkomendasikan untuk mengonsumsi 400mcg asam folat. Sedangkan, rekomendasi untuk wanita dengan usia kehamilan 4-9 bulan adalah 600mcg, dan 500mcg di saat menyusui.


       Tanpa asam folat yang cukup, tabung saraf janin bisa tidak menutup secara benar dan akan menyebabkan kelainan tabung saraf, yaitu spina bifida (tidak sempurnanya perkembangan saraf tulang belakang) dan anensefali (tidak sempurnanya bagian dari otak). Biasanya, bayi dengan anensefali tidak dapat bertahan hidup lama, dan kelainan spina bifida akan terjadi secara permanen. Dengan mengonsumsi asam folat, risiko terjadinya kelainan ini berkurang hingga 70%.

      Bila Ibu mengonsumsi asam folat sebelum dan selama hamil, Ibu juga dapat mencegah pertumbuhan rahim yang buruk, keguguran, kelahiran prematur, celah pada bibir dan langit-langit mulut si Kecil, dan bayi dengan berat lahir rendah. Asam folat juga dianjurkan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, penyakit jantung, stroke, beberapa tipe kanker, dan penyakit Alzheimer.

           Tubuh manusia tidak dapat menyintesis struktur folat, sehingga kita membutuhkan asupan dari makanan yang dikonsumsi. Asam folat dapat kita dapatkan antara lain dari susu dan sereal yang difortifikasi, atau sumber makanan yang kaya akan folat, seperti ragi, hati, ginjal, sayur-sayuran berwarna hijau, kembang kol, dan brokoli.

         Jika Ibu sedang merencanakan kehamilan, dibutuhkan perencanaan gizi bahkan hingga sebelum konsepsi, agar zat gizi Ibu tercukupi. Konsumsi asam folat disarankan paling tidak satu bulan sebelum hamil, kemudian dilanjutkan selama masa kehamilan dan menyusui. Konsultasikan dengan dokter agar kesehatan Ibu dan si Kecil selalu optimal.


Yuk, Ketahui Fungsi dan Waktu yang Tepat untuk USG Transvaginal

Mungkin selama ini Anda hanya mengenal USG perut, padahal ada jenis USG lain yang bisa Anda coba untuk mengetahui kondisi kehamilan atau organ reproduksi wanita. Metode USG dengan memasukkan stik probe sepanjang 2-3 inci ke dalam vagina untuk memeriksa kondisi organ-organ reproduksi wanita ini disebut USG Transvaginal. Probe yang dimasukkan akan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memunculkan gambar organ-organ dalam tubuh Anda pada layar monitor. USG transvaginal atau yang dikenal juga dengan ultrasound endovaginal biasanya bertujuan memeriksakan kondisi ibu selama masa kehamilan. Namun, metode skrining ini juga mungkin perlu dilakukan bagi wanita yang belum hamil tapi punya kondisi medis tertentu. 

Apa Fungsi USG Tranvaginal?
USG transvaginal merupakan suatu metode skrining awal untuk memeriksa bagaimana kondisi organ reproduksi wanita, seperti vagina, rahim (uterus), saluran telur (tuba falopii), indung telur (ovarium), dan leher rahim (serviks) dalam menjalankan masing-masing fungsinya.
Umumnya, USG transvaginal dilakukan selama masa kehamilan untuk:
Memantau detak jantung janin.
Memeriksa kemungkinan perubahan pada rahim yang akan berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan.
Mendeteksi kemungkinan adanya kelainan plasenta.
Mendeteksi perdarahan abnormal.
Mendiagnosis risiko keguguran.
Membantu menentukan tanggal persalinan yang lebih akurat.
Mendeteksi kehamilan ektopik.
Fungsi lain Usg tranvaginal adalah
Mendeteksi kondisi panggul atau perut yang abnormal.
Mendeteksi perdarahan vagina yang abnormal.
Mendeteksi nyeri panggul.
Mendeteksi adanya kista dalam organ reproduksi.
Memastikan pemasangan IUD sudah tepat.
USG transvaginal lebih direkomendasikan dibanding skrining USG perut karena bisa mendapatkan akses yang lebih dekat dengan organ-organ yang diperiksa sehingga gambar yang dihasilkan pun akan tampak lebih jelas dan akurat.
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan USG transvaginal?
USG transvaginal biasanya dilakukan pada trimester awal kehamilan, atau lebih tepatnya sebelum usia kehamilan delapan minggu. Tujuannya tentu untuk memberikan informasi yang paling akurat mengenai perkembangan janin di awal masa kehamilan. Terlebih karena rahim masih berukuran kecil, yang membuatnya lebih sulit untuk dilihat lewat skrining dari luar tubuh.
Sebaliknya bagi wanita yang tidak hamil, USG transvaginal biasanya dilakukan saat fase ovulasi (masa subur). Pasalnya, selama masa subur organ reproduksi Anda sedang berada dalam kondisi yang cukup optimal. ini akan memudahkan dokter untuk mengamati adanya masalah di dalam saluran reproduksi wanita (misalnya tumbuhnya kista atau jaringan abnormal lain).
Saat skrining berlangsung Anda tidak diperbolehkan memakai tampon atau pembalut. Di samping itu, baik pada saat hamil maupun tidak, dokter biasanya akan meminta Anda untuk mengisi atau bahkan mengosongkan kandung kemih dulu agar posisi usus lebih terangkat. Hal ini bertujuan memudahkan organ-organ panggul Anda terlihat dalam monitor.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bunda Melakukan USG selama Kehamilan?

Ibu hamil tentu tak asing dengan tes ultrasonografi atau yang biasa dikenal sebagai tes USG. Pemeriksaan ini merupakan teknik menampilkan gambar atau citra dari kondisi bagian dalam tubuh. Alat medis ini memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mengambil gambar tubuh bagian dalam. Misalnya, organ tubuh atau jaringan lunak.
Dalam kehamilan, tes USG menjadi prosedur pemeriksaan medis yang umum dilakukan ibu hamil. Tes USG ini bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi ada atau tidaknya kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan.

Berapa kali ibu hamil harus USG?
Pemeriksaan USG bekerja dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memperoleh gambaran kondisi janin, plasenta, serta organ reproduksi ibu hamil.
Pemeriksaan USG terbagi dalam dua jenis pemeriksaan USG yang dilakukan pada ibu hamil, yakni USG transvaginal dan USG perut (abdomen). USG transvaginal umumnya dilakukan di awal masa kehamilan, sedangkan USG perut dilakukan saat usia kehamilan lebih tua.

Baca Juga : Ini Cara Mudah Membaca Hasil Cetak USG Anda

Pemeriksaan USG pada masa kehamilan sangatlah penting bagi kesehatan ibu dan janin. Bukan saja untuk mengetahui berat badan dan jenis kelamin janin, pemeriksaan ini juga memperlihatkan perkembangan janin dan mendeteksi risiko masalah kesehatan baik pada ibu maupun janin.

Setiap ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG paling sedikit 2-3 kali selama kehamilan. Pemeriksaan dilakukan pada trimester pertama, kedua, dan ketiga untuk mengamati indikator perkembangan janin yang berbeda-beda.



Waktu yang Tepat untuk USG
Sebenarnya USG dapat dilakukan kapan saja saat kehamilan. Karena  pemeriksaan pada setiap usia kehamilan memiliki kegunaan yang berbeda. Berikut adalah perbedaannya:

1. Trimester pertama (minggu 1-12)
Pada awal trisemester pertama USG biasanya dilakukan dengan metode transvaginal. Tujuannya adalah sebagai berikut:
Memastikan kehamilan
Mengetahui denyut jantung janin
Mendeteksi kehamilan kembar
Mendeteksi pertumbuhan abnormal pada janin
Menentukan apakah kehamilan terjadi di dalam atau di luar rahim
Mendeteksi risiko kehamilan prematur dan keguguran
Melakukan penapisan trimester pertama (first trimester screening)

2. Trimester kedua (minggu 12-27)
Pemeriksaan USG pada trimester kedua kehamilan dapat dilakukan dengan metode USG perut. Manfaat utamanya adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan janin dengan indikator sebagai berikut:
Mengetahui kelengkapan organ vital seperti jantung, paru-paru, dan struktur otak
Mengetahui jenis kelamin janin
Memastikan apabila kehamilan kembar
Memantau jumlah cairan ketuban
Mendeteksi masalah pada plasenta
Mengetahui aliran darah tubuh janin

3. Trimester ketiga (minggu 24-40)
Pemeriksaan USG pada trimester ketiga kehamilan berfokus pada pertumbuhan janin dan kesiapan menuju persalinan. Manfaat pemeriksaan ini antara lain:
Mengetahui posisi janin dalam rahim, apakah posisi janin normal, miring ataukah sungsang
Mendeteksi fungsi plasenta menjelang persalinan
Mendeteksi kecacatan pada janin
Memprediksi hari kelahiran
Mengetahui apakah janin masih ‘betah’ berada dalam rahim atau sudah harus segera dilahirkan

Setiap ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan USG, tapi pastikan Anda melakukannya dalam waktu yang tepat. Jika Anda ingin mengetahui jenis kelamin janin, pemeriksaan pada trimester awal tentu tidak bisa menjawab hal ini dengan pasti.
Anda perlu menunggu hingga organ reproduksi janin bisa dilihat dengan jelas, yakni pada trimester kedua. Apabila dilakukan dalam waktu yang sesuai, manfaat pemeriksaan USG bagi kesehatan Anda dan janin akan terasa lebih optimal.

USG mana yang Terbaik
Selama ini banyak yang menganggap bahwa USG terbaik adalah USG 3 atau 4 dimensi karena dianggap memberikan gambaran USG yang paling jelas. Padahal anggapan tersebut bisa dibilang keliru, karena USG 2D adalah modalitas utama dan terbaik dalam menilai kondisi bayi di dalam kandungan. Sementara, untuk USG 3D dan 4D, Anda hanyalah melihat bagian permukaan tubuh janin, seperti wajah, tangan, dan kaki.

Selain itu pemeriksaan USG pada masa kehamilan tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui jenis kelamin dan berat badan bayi. Pemeriksaan ini justru sangat penting untuk mendeteksi kelainan dan penyakit sejak dini.
Kelainan pada bentuk tubuh janin seperti jantung bocor atau bibir sumbing umumnya belum bisa ditangani sebelum bayi lahir. Namun, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mendeteksi kelainan lain yang bersifat sindromik.
Jika terdapat kelainan terkait fungsi organ atau risiko kelahiran prematur, dokter dapat membantu mengurangi risikonya dan mencari tahu penyebabnya. Anda mungkin juga akan menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Amankah pemeriksaan USG kehamilan aman bagi ibu dan janin?
Baik pemeriksaan USG transvaginal maupun perut sangat aman bagi ibu dan janin selama memenuhi dua syarat, yaitu:
1. Alat USG harus memenuhi standar kesehatan
Pengaturan indeks termal dan indeks mekanis alat USG harus diatur sedemikian rupa agar nya aman bagi kondisi ibu dan janin. Lama pemeriksaan juga tidak boleh melebihi 30 menit untuk menghindari efek gelombang suara secara terus-menerus.
2. Dilakukan Oleh Tenaga Medis
Syarat kedua, pemeriksaan USG harus dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi.  Tenaga medis yang melakukan USG harus punya kemampuan mengamati kondisi janin dan organ reproduksi ibu agar hasil pemeriksaan menjadi lebih akurat. Maka itu, untuk pemeriksaan USG, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.

Ini Cara Mudah Membaca Hasil Cetak USG Anda

Pemeriksaan kehamilan melalui Usg kerap kali dilakukan oleh ibu hamil.  Usg memang penting untuk dilakukan agar kita mengetahui kondisi kehamilan dan keadaan janin di dalam kandungan. Namun tidak sedikit ibu hamil masih merasa bingung bagaimana cara membaca hasil USG 2D dengan benar. Sebenarnya, anda pun bisa membaca hasil USG kehamilan, jika anda memahami istilah-istilah yang ada dalam USG, anda dapat memahami apa saja informasi yang ada di hasil usg anda.

Apa itu USG 2D?
USG 2 dimensi atau yang biasa di singkat USG 2d adalah pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan ultrasound yang hanya menampilkan dimensi panjang dan lebar. Kebanyakan pemeriksaan kehamilan dilakukan dengan menggunakan USG 2D.

Bagaimana cara membaca hasil USG 2D?
Saat mencetak hasil USG 2D, kemungkinan besar ada kebingungan di benak Anda. Anda mungkin terpaku menatap gambar monokrom dan informasi huruf-angka di sekelilingnya tanpa mengetahui artinya.

Untuk meningkatkan pengetahuan dalam membaca hasil USG 2d, berikut penjelasannya:
1. Informasi gambar
Hasil cetak USG yang paling banyak terlihat adalah gambar janin. Gambar pada hasil cetakan USG 2D memperlihatkan bayangan bentuk janin dan area sekitarnya di dalam rahim. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda pada gambar USG tersebut.

Warna
Penampakan warna pada gambar hasil USG sangat dipengaruhi oleh pantulan gelombang suara terhadap USG. Setiap bagian memiliki nilai pantulan gelombang yang berbeda. Inilah yang menyebabkan  warna pada gambar USG menunjukkan bagian tertentu di dalam rahim.
Berikut ini keterangan cara membaca hasil USG 2D melalui warnanya:
1. Warna hitam menunjukkan cairan amnion atau cairan ketuban di dalam rahim
2. Warna abu-abu menunjukkan jaringan tubuh pada kulit atau organ
3. Warna putih menunjukkan tulang karena tulang memantukan gelombang suara lebih banyak
Ukuran

Saat membaca hasil USG anda perlu memerhatikan ukuran gambar. Ukuran gambar pada janin bisa menjadi indikator usia kehamilan dan informasi biometri pada janin. Ukuran kantung rahim beserta cairannya juga bisa dilihat pada gambar.

Baca Juga : 9 Tanda Kehamilan yang Sering Tak Disadari Calon Bumil

Namun, bila anda ingin mengetahui ukuran janin dan rahim, Anda perlu mengetahui nilainya dalam numerik melalui informasi huruf-angka yang tertera pada hasil USG.
2. Informasi huruf dan angka
Selain citra gambar, Anda juga melihat adanya informasi berupa singkatan huruf-huruf serta nilainya secara numerik.  Inilah cara membaca hasil USG 2D melalui istilah-istilahnya:

1. LMP
LMP adalah Last Menstrual Period. Istilah ini biasa hadir pada foto USG. Arti dari LMP sama seperti HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).  LMP atau HPHT ini bisa menjadi perkiraan kelahiran bayi.

2. EDD
Estimated Delivery Date atau yang sering disingkat EDD atau dalam istilah bahasa Indonesia kerap dikenal dengan sebutan HPL (Hari Perkiraan Lahir). Sebagaimana, HPL yang ditentukan berdasarkan HPHT, EDD akan ditentukan berdasarkan LMP.

3. GS
GS adalah Gestational Sac adalah istilah USG yang menunjukkan ukuran kantung amnion di trimester awal. Ukuran kantung amnion ini diukur melalui ukuran bulatan hitam yang merupakan cairan amnion.

4. FHR
Jantung adalah organ pertama bayi yang mudah dideteksi sejak masa awal kehamilan. Frekuensi detak jantung bayi bisa diketahui nilai FHR atau Fetal Heart Rate.

5. FW
Fetal Wight atau biasa disingkat FW adalah informasi yang menunjukkan berapa berat janin yang sedang Anda kandung.
Berat janin bisa menjadi indikator status pertumbuhan janin. Berat janin bisa diketahui bersamaan dengan nilai Indeks Cairan Amnion atau AFI (Amnion Fluid Indeks) dan beberapa ukuran kehamilan lainnya seperti BPD, FTA, dan FL.

6. CRL
CRL (Crown Rump Length) adalah istilah yang menunjukkan ukuran panjang mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki bayi. Indikator CRL bisa untuk mengukur panjang janin pada trimester awal kehamilan.

7. GA
GA adalah singkatan dari Gestasional Age yang berarti perkiraan usia kandungan. Penentuan usia kandungan(GA) ini tidak diukur melalui LMP atau HPHT melainkan melalui panjang lengan, panjang kaki, dan diameter kepala janin.

8. HC
Jika terdapat istilah HC pada foto USG Anda, maka ini artinya Head Circumferencial yang berarti ukuran lingkar kepala janin. Lingkar kepala janin menjadi tolok ukuran tumbuh kembang janin.

9. AC
Selain lingkar kepala, ada juga lingkar perut janin atau AC (Abdominal Circumferencial). Informasi nilai lingkar perut janin ini bisa mendapatkan ukuran janin lainnya, yakni seperti perkiraan berat bayi.

10. BPD
BPD adalah kepanjangan dari Biparietal Diameter. Nilai BPD menunjukkan ukuran tulang pelipis kedua sisi janin. Hasil pada BPD baru ada jika usia kehamilan Anda sudah menginjak trimester 2 dan 3.

11. EFW
EFW kerap ada pada foto USG 2D. EFW atau Estimated Fetal Weight adalah istilah yang menunjukkan perkiraan berat bayi dalam gram.

12. FL
Kepanjangan dari FL adalah Femur Length. FL adalah indikator untuk mengukur panjang tulang paha bayi. Nilai FL baru tersaji pada trimester 2 dan 3.

13. FTA
FTA (Fetal Trunk Abdominal) adalah indikator penilaian untuk mengukur panjang badan di trimester 2 dan 3. FTA dan FW merupakan indikator pertumbuhan janin yang terus dipantau dokter karena bisa menunjukkan status pertumbuhan janin.

Sekarang anda sudah memahami istilah-istilah dalam usg, sehingga bs mengerti kondisi janin anda, semoga informasi ini bermanfaat dan jaga terus kondisi tubuh dan janin anda,


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.