Articles by "kesehatan"

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jadwal Imunisasi Rutin Lengkap yang Wajib Anda Tahu

Imunisasi bertujuan meningkatkan pembentukan antibodi untuk memperkuat kerja sistem imun saat melawan bakteri atau kuman patogen yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut. Tubuh memiliki antibodi alami atau yang disebut dengan kekebalan pasif. Namun ada juga kekebalan yang dibentuk setelah tubuh dimasukkan bakteri atau kuman yang dilemahkan sehingga tubuh akan membentuk antibodi dalam kadar tertentu atau yang disebut dengan kekebalan Aktif.
Agar antibodi tersebut terbentuk. Maka harus diberikan vaksn sesuai dengan jadwal yang telah ditetntukan. Sejumlah vaksin cukup diberikan satu kali, tetapi ada juga yang harus diberikan beberapa kali, dan diulang pada usia tertentu atau disebut dengan vaksin booster. Vaksin dapat diberikan dengan cara disuntik atau diteteskan pada mulut.
Imunisasi di Indonesia sudah menjadi program pemerintah dan masuk dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Imunisasi ini dibagi menjadi imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan. Imunisasi ini dimulai dari umur bayi kurang dari 0 bulan hingga anak duduk di kelas 5 Sekolah Dasar dan sederajat.
Berikut jadwal Imunisasi Rutin Lengkap bagi bayi dan Anak;

Umur                                                   Jenis Imunisasi
< 24 jam                                               1 dosis hepatitis B

1 bulan                                                 1 dosis BCG dan polio tetes 1
2 bulan                                                 1 dosis DPT-hepatitis B-HiB 1, dan polio tetes 2,
3 bulan                                                 1 dosis DPT-hepatitis B-HiB 2, dan polio tetes 2,
4 bulan                                     1 dosis DPT-hepatitis B-HiB 3, dan polio tetes 4,Polio Suntk (IPV)
9 bulan                                                 1 dosis campak/MR
18 bulan-24 bulan                                1 dosis DPT-hepatitis B-HiB, dan campak/MR
Kelas 1 SD/ Madrasah/Sederajat          1 dosis campak dan DT
Kelas 2 SD/ Madrasah/Sederajat          1 dosis Td
Kelas 5 SD/ Madrasah/Sederajat          1 dosis Td

Penting diketahui imunisasi tidak memberikan perlindungan 100 persen pada anak. Perlindungan yang diberikan imunisasi sekitar 80-95 persen sehingga anak yang telah diimunisasi masih mungkin terserang suatu penyakit sekitar 5-15 persen.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Pemberian Vaksin mungkin saja disertai efek samping atau yang lebih dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI yang sering muncul antara lain demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan dan anak agak rewel. Tak perlu khawatir, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari.
Bila anak mengalami KIPI seperti di atas, berikan kompres air hangat, dan obat penurun panas tiap 4 jam hingga demam hilang. Pakaikan anak baju yang tipis, tanpa diselimuti, berikan ASI lebih sering, berikan nutrisi tambahan dari buah dan susu. Bila kondisi terus berlanjut, segera periksakan anak ke dokter.
Sejumlah vaksin dapat menimbulkan efek alergi parah hingga kejang, namun efek ini sangat jarang terjadi. Bila anak pernah memiliki riwayat alergi, penting untuk disampaikan kepada tenaga kesehatan untuk mencegah timbulnya reaksi berbahaya saat pemberian vaksin maupun pengulangan vaksin (vaksin Booster).
Sayangi buah hati anda, pastikan mereka mendapatkan imunisasi rutin dan lengkap. Kunjungi sarana kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Dukung kegiatan imunisasi anak sekolah, agar anak anda terlindung dari penyakit berbahaya.

Yuk Jaga Kesehatan Mata Kita!!
Di zaman sekarang ini kita tak bisa lepas dari gadget dan komputer. Sering menatap layar ponsel atau pun monitor, seperti komputer, laptop atau televisi dalam jangka lama bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi mata.

Berikut ini adalah beberapa cara menjaga kesehatan mata, sekaligus berguna untuk tidak memperparah kemampuan penglihatan yang sudah mengalami rabun.

1. Makan Buah dan Sayur
Cara mudah untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur terutama yang mengandung vitamin A serta beta karoten. Buah dan sayur yang bisa kamu konsumsi contahnya adalah wortel. Wortel mengandung beta karoten yang sangat tinggi Beta karoten merupakan antioksidan yang bisa mengurangi resiko degenerasi makula atau penurunan penglihatan pusat saat kamu memandang lurus.

2. Kompres dengan Mentimun
Kamu dapat mengompres kelopak mata dengan irisan mentimun. Irisan mentimun dapat membantu untuk mencegah mata bengkak dan juga timbulnya kantong mata. Taruhlah irisan mentimun pada kelopak mata sebelum tidur selama kurang lebih 10 menit. Lakukan secara teratur agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

3. Jangan Gunakan Lensa Kontak Terlalu Lama
Lensa kontak baik digunakan maksimal selama 8 jam. Bila merasakan mata kering, teteskan obat khusus lensa kontak dengan segera . Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama tentu saja sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kerusakan mata yang permanen.

4. Gunakan Tetes Mata Secara Wajar
Jangan gunakan tetes mata secara berlebihan, kurangi pemakaian obat tetes mata agar tidak ada gangguan terjadi pada mata.

5. Jangan Terlalu Lama Menatap Monitor
Cara menjaga kesehatan mata dengan mudah ialah hindari untuk duduk terlalu lama di depan layar. Hal ini bisa mengakibatkan mata cepat lelah. Selain itu, perhatikan jarak aman mata dengan layar monitor. Jarak minimal mata dengan layar monitor adalah 30 centimeter, selain itu letakkan layar sedikit kebawah dengan jarak sekitar 61 hingga 71 centimeter.
Pastikan kecerahan serta kontras di layar sudah tepat. Jika memiliki masalah pada penglihatan gunakan layar yang besar atau gunakan tulisan dengan ukuran besar. Halni akan membantu mata agar tidak terlalu lelah saat menatap layar monitor.

6. Atur Pencahayaan
Atur pencahayaan pada layar monitor agar lebih nyaman saat digunakan. Selain itu pencahayaan ruangan juga berpengaruh pada kesehatan mata.Pastikan cahaya yang masuk diruangan tidak terlalu berlebihan ataupun terlalu gelap.
Saat membaca buku perhatikan juga tingkat pencahayaan di ruangan. Membaca diruang dengan cahaya redup akan menyebabkan ketegangan pada mata, sedangkan bila membaca di ruang yang terlalu terang dapat merusak kinerja mata. 

7. Jangan Melihat Cahaya Terang Secara Langsung
Hindari untuk melihat cahaya yang terang secara langsung karena dapat merusak mata.

8. Jangan Sering Mengucek Mata
Kurangi mengucek mata bila tidak diperlukan, mengucek mata dapat mengakibatkan iritasi pada mata, bila mata terasa gatal atau perih sebaiknya gunakan obat tetes mata.

9. Gunakan Kacamata Diwaktu Tertentu
Saat berada di tempat yang penuh debu, gunakanlah kacamata untuk melindungi mata sehingga dapat mengurangi resiko gangguan dan cedera pada mata. 

10. Istirahatkanlah Mata
Gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit fokuslah pada benda yang dekat ataupun fokus pada layar, kemudian istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat sesuatu dengan jarak 20 kaki atau sekitar 6 meter. Lakukan secara teratur untuk menghindari kerusakan mata. Selain itu jangan lupa untuk berkedip ataupun menutup mata sejenak agar mata tidak kelelahan.

Tips Keamanan Pangan Menyimpan Daging

Hari Raya Idul Adha diperingati sebagai hari libur nasional di Indonesia. Hari raya Idul Adha dikenal juga dengan nama Hari Raya Qurban. Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, yang merupakan bulan terakhir tahun Hijriah dalam penanggalan Islam.

Idul Adha sangat erat dengan ibadah Qurban sehingga biasanya di hari ini kita akan banyak menerima daging qurban. Agar daging tetap bisa dikonsumsi dengan baik dan sehat, berikut tips keamanan pangan menyimpan daging qurban yang dikutip dari klubpompi Badan POM:

Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani daging
Jangan cuci daging sebelum disimpan, jika dicuci dengan air kran, kuman-kuman dapat masuk dan tinggal di dalam pori-pori daging. Hal tersebut dapat merusak kualitas daging. Mencuci dilakukan saat daging akan dimasak
Potong daging menjadi beberapa bagian ( sesuai kebutuhan)
Masukkan daging ke dalam wadah/plastik bersih kemudian beri label (tanggal pemotongan). Jangan lupa pastikan wadah/plastik dalam keadaan baik (tidak bocor)
Jangan gunakan plastik hitam untuk membungkus daging, gunakan plastik bening atau yang berwarna putih
Sebelum disimpan dalam freezer, simpan daging di dalam kulkas yang sejuk selama 4-5 jam, hal ini bertujuan untuk penyesuaian suhu daging selama penyimpanan, jika tidak segera di masak, pindahkan daging dalam freezer. Daging yang disimpan sesuai suhu yang ditentukan memiliki umur penyimpanan yaitu; Suhu 10C-100C selama 3 hari sedangkan suhu (-5) 0C –(-10) 0C selama 1 bulan.
Setelah disimpan di freezer, daging menjadi membeku. Ada 3 cara yang dapat digunakan untuk mencairkan daging beku secara aman;

Kulkas
Rencanakan jumlah daging yang akan dicairkan sehari sebelum dimasak. Perlu diketahui setiap 1 kg daging beku diperlukan waktu 12 jam untuk mencair. Ambillah daging beku dari Freezer, simpan daging beku dalam wadah tertutup di kulkas bagian sejuk (chiller),pastikan suhu kulkas <5 0C, dagng yang telah cair dapat disimpan di kulkas selama 3-5 hari. Daging yang dicairkan dengan cara ini bisa dibekukan kembali akan tetapi kualitas daging akan berkurang.

Air
Gunakan air sejuk/dingin yang bersih. Pastikan daging dibungkus plastik dengan baik dan tidak bocor. Gantilah air rendaman setiap 30 menit. 1 kg daging memerlukan waktu 2 jam untuk mencair. Jangan bekukan kembali daging yang telah dicairkan menggunakan air. Hal ini dikarenakan dapat memperbanyak jumlah bakteri pada daging. Daging yang tercemar bakteri dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit diare

Microwave
Gunakan wadah yang tepat ( ada logo microwave),pilih menu defrost, . Jangan bekukan kembali daging yang dicairkan dengan cara ini. Hal ini dikarenakan dapat memperbanyak jumlah bakteri pada daging. Masak segera daging yang telah dicairkan.

Jangan lupa kunjungi web  : www.pom.go.id untuk info lainnya.

Diare, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Seseorang dikatakan mengalami diare jika mengalami buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya dengan kondisi feses yang lebih encer. Menurut WHO diare adalah kondisi dimana buang air besar lebih dari 3x dalam sehari dengan kondisi feses yang lebih encer. Diare ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan mungkin berlangsung hingga berminggu-minggu.
 Diare dibagi dalam 3 kategori yaitu:
Diare akut, disebabkan oleh infeksi usus,infeksi bakteri atau penyakit lain. Gejalanya feses cair, badan terada lemas dan disertai demam, juga adanya muntah
Diare kronik, diare yang berlangsung dalam jangka lama,
Disentri, diare dengan disertai darah dan lendir
Penyebab Diare
Diare dapat disebabkan oleh :
Faktor infeksi, bisa disebabkan bakteri ( E. Coli, Samonella, S. Dysentriae), Parasit, Virus dan infeksi lain
Intoleransi terhadap makanan, seperti laktosa dan fruktosa.
Alergi makanan.
Efek samping dari obat-obatan tertentu.
Mengonsumsi makanan basi atau beracun.
Faktor psikologis, rasa cemas dan takut

Gejala Diare
Beberapa gejala yang diakibatkan diare, antara lain:
Frekuensi BAB melebihi normal
Feses lembek dan cair.
Sakit dan kram perut.
Mual dan muntah.
Nyeri kepala.
Kehilangan nafsu makan.
Haus terus menerus.
Demam.
Dehidrasi.
Darah pada feses.

Dehidrasi dapat muncul bila kondisi diare sudah cukup. Pada anak-anak, dehidrasi ditandai dengan jarang buang air kecil, mulut kering, serta menangis tanpa mengeluarkan air mata. Sedangkan untuk kondisi dehidrasi berat, anak dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, serta bila kulit perut dicubit tidak kembali dengan cepat. adapun tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta sakit kepala.
Perilaku yang dapat menyebabkan diare, antara lain:
Kurang menjaga kebersihan makanan dan lingkungan
Tidak  mencuci tangan sebelum dan sesudah makan juga setelah dari kamar mandi
Menggunakan  air yang tidak bersih.
Makan makanan sisa yang sudah dingin
Tidak mencuci tangan dengan sabun.
Mengonsumsi makanan kadaluarsa

Cara Mengatasi Diare
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare, antara lain:
Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan, dapat dari air putih, air kelapa, asi, larutan oralit
Oralit tidak menghentikan diare tapi menggantikan cairan tubuh yang keluar. Bila tidak ada oralit dapat dibuat dengan mencampur : Gula 1 sendok makan ditambah garam1 sendok teh, campur dalam 5 gelas air matang. Untuk anak dibawah 2 tahun berikan sedikit demi sedikit sampai habis.
Konsumsi suplemen yang mengandung zinc
Hindari makanan tinggi serat
Konsumsi makanan yang mengandung probiotik
Menggunakan obat diare yang termasuk dalam obat bebas seperti karbo adsorben, kombinasi kaolin pektin dan attapulgit
Penggunaan antibiotik pada diare harus didasarkan pada resep dokter
Pencegahan Diare
Beberapa upaya untuk mencegah diare, antara lain:
Selalu mencuci tangan, terutama sebelum menggunakan sabun dan air bersih.
Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dimasak hingga matang sempurna, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya.
 Segera hubungi dokter bila diare tidak teratasi dan muncul gejala dehidrasi untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Baca juga : Hindari Penyakit dengan Cuci Tangan yang Benar

Bahaya Cacingan pada Anak
Cacingan merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak.Cacingan dapat menghambat perkembangan anak anda sehingga tidak bisa diremehkan.Hal ini dikarenakan cacing akan menyerap sari-sari makanan yang ada dalam sel-sel darah dan usus.

Penyebab Cacingan
Kurangnya kesadaran akan kebersihan pada anak adalah penyebab utama penyakit cacingan. Orang tua dan anak harus dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah masuknya telur cacing ke dalam tubuh baik dari makanan dan minuman yang tidak higienis atau dari masakan yang dimasak dengan tidak benar.
Telur cacing dapat masuk dan tinggal di dalam tubuh anak dengan berbagai cara.Telur cacing masuk ke dalam organ-organ tubuh melalui saluran pencernaan, kulit, usus, paru-paru, bahkan otot.

Ciri-Ciri Anak Cacingan
Gejala-gejala yang mungkin muncul ketika anak cacingan ;
• Mengeluh gatal yang terus-menerus di sekitar anus.
• Susah tidur karena merasakan gatal di sekitar anus.
• Sekitar anus terasa nyeri dan terjadi iritasi.
• Ditemukan adanya cacing pada feses atau tinja Si Kecil.
• Anak terlihat lesu.
• Tidak nafsu makan.
• Perut buncit, tapi bagian tubuh lain sangat kurus.
• Mual dan muntah.
• Sering sakit perut, diare berulang, dan kembung.

Bahaya Cacingan
Saat telur cacing masuk ke dalam tubuh, telur akan menetas larva cacing akan masuk ke pembuluh darah dan menetap di dinding usus. cacing kemudian berkembang biak dan membuat koloni dalam usus, cacing akan menyerap habis makanan yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya pertumbuhan anak menjadi terhambat akibat kekurangan gizi.
Anak juga bisa menderita anemia (kekurangan sel darah merah) yang menyebabkan pasokan oksigen ke otak terganggu. Kurangnya pasokan oksigen ini akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Anemia juga bisa mengganggu daya tahan tubuh anak, sehingga berisiko terserang penyakit lain. Bahkan, cacingan juga bisa menyebabkan radang paru, gangguan hati, bahkan penyumbatan usus.

Cara Mencegah dan Mengatasi
Agar Anak terhindar dari cacingan, kita harus membiasakan diri untuk hidup bersih, hal-hal yang mungkin dilakukan seperti :
• Biasakan mencuci tangan setelah aktivitas di luar rumah, sebelum tidur, sebelum dan sesudah makan.Cuci tangan dengan air dan sabun. Cuci tangan hingga benar-benar bersih sampai di sela-sela jari serta kuku..
• Gunakan alas kaki saat bermain di luar, cuci kaki setelah bermain dan bepergian.
• Jaga kebersihan kuku tangan dan kaki. Rutinlah memotong kuku tangan dan kaki.
• Cuci bahan makanan dengan air bersih yang mengalir dan tutup makanan di atas meja agar tak dihinggapi lalat. Lalat juga bisa membawa telur-telur cacing.
• Hindari jajan atau membeli makanan di tempat sembarangan.
• Rutin minum obat cacing tiap 6 bulan sekali

Pemerintah secara rutin mengadakan program pemberian obat cacing pada bulan Februari dan Agustus di puskesmas, pustu, posyandu,sekolah, TK dan PAUD. Jadi kunjungilah sarana kesehatan tersebut agar anak  dapat memperoleh obat cacing secara gratis.







Yuk Berikan Vitamin A untuk Anak!

Vitamin A  banyak ditemukan pada daging, hati, produk olahan susu dan telur, buah-buahan, sayuran hijau, dan minyak sawit merah. Vitamin A sering kali dihubungkan dengan masalah kebutaan, tetapi mikronutrisi yang terkandung dalam vitamin A juga berperan penting sebagai penyokong sistem imun. Defisiensi vitamin A dalam tubuh akan menyebabkan kerja sistem imun terhambat untuk melawan penyakit, seperti diare, campak, dan infeksi gangguan pernapasan.

Apa akibatnya jika anak kekurangan vitamin A?

Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar di seluruh dunia terutama di Negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan . kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan di negara berkembang.
Anak-anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau gizi buruk biasanya mengalami  kekurangan asupan zat gizi sangat kurang, termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A. Akibatnya anak yang menderita kekurangan vitamin A mudah terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut,campak,cacar air,diare dan infeksi lain karena daya tahan anak menurun. Namun masalah kekurangan vitamin A dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan cukup. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu tentang gizi yang baik. Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin A. kekurangan vitamin A akan menurunkan sistem daya tahan tubuh dan produksi sel darah merah (hematopoiesis), menyebabkan ruam kulit, dan gangguan penglihatan (contohnya xerophthalmia, rabun malam).

Penyebab kekurangan vitamin A diantaranya adalah
Kurang asupan gizi
Malabsorpsi lemak
Gangguan hati
Penurunan bioavailabilitas karotenoid provitamin A
Masalah pada sustem pencernaan, penyimpanan, atau pengangkutan vitamin A

Gangguan pada sistem pencernaan atau penyimpanan biasa ditemukan pada penyakit celiac disease, cystic fibrosis, gangguan pancreas, obstruksi usus dua belas jari, diare kronis, obstruksi saluran empedu, giardiasis, dan sirosis. Kekurangan vitamin A umumnya ditemukan bersamaan dengan kekurangan gizi protein-energi yang berkepanjangan, yang tidak hanya diakibatkan oleh pengaturan pola makan yang buruk, tetapi juga karena sistem penyimpanan dan pengangkutan vitamin A yang tidak dapat bekerja dengan baik.

Pada anak yang terjangkit campak kronis, terapi vitamin A dapat mempercepat pemulihan dengan mengurangi tingkat keparahan tanda-tanda penyakit dan risiko kematian.

Berapa banyak vitamin A yang diperlukan anak?
Usia 1 – 3 tahun: 1,000 IU, atau 300 mikrogram (mcg) retinol activity equivalent (RAE) vitamin A setiap hari
Usia 4 tahun dan lebih: 1,333 IU, atau 400 mcg RAE setiap hari
Teknis pelaksanaan pemberian vitamin A

Vitamin A dosis tinggi diberikan kepada seluruh anak balita umur 6-59 bulan secara serentak, dimana untuk :
• Bayi (6-11 bulan) pada bulan Februari atau bulan Agustus
• Anak balita (12-59 bulan) pada bulan Februari dan Agustus

Vitamin A dapat anda peroleh secara gratis di sarana kesehatan seperti, Puskesmas, Pustu, polindes, praktek dokter/bidan swasta, posyandu, sekolah, TK, dan PAUD pada bulan Februari dan Agustus.
.

Bantu Turunkan Kolesterol dengan Teh Hijau

Teh hijau adalah salah satu minuman sehat yang banyak manfaatnya. Bahkan, teh ini juga dapat digunakan sebagai minuman yang efektif membantu menurunkan berat badan. Teh hijau juga bermanfaat sebagai obat kolesterol alami. Kadar lemak tinggi dalam darah (terutama kolesterol LDL dan trigliserida) dapat berisiko membentuk radikal bebas dalam tubuh, yang merusak dan memicu beberapa penyakit serius. Salah satunya adalah penyakit jantung. Kolesterol yang tinggi dalam tubuh akan menumpuk dan membentuk plak di dinding pembuluh darah jantung. Akibatnya, pembuluh darah akan mengeras dan mengalami penyumbatan. Hal ini dapat menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa aliran darah yang dibutuhkan. Bila plak semakin lama semakin banyak, maka kerja jantung akan semakin terganggu dan akhirnya dapat mengalami kerusakan. Orang yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darahnya memiliki berisiko tiga kali lipat untuk terkena serangan jantung dibanding orang yang memiliki kadar lemak yang normal.

Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan kadar kolestrol dapat meningkat, seperti:
Mengonsumsi makanan berlemak tinggi, seperti daging berlemak, makanan dengan mentega yang banyak, makanan yang diolah dengan proses penggorengan, mengonsumsi jeroan, udang.
Merokok.
Memiliki penyakit lain, seperti darah tinggi dan diabetes.
Obesitas
Stress kronis, depresi, serta kurang mendapat dukungan sosial ternyata juga dapat menigkatkan risiko peningkatan kadar kolesterol.

Teh hijau punya fungsi yang ampuh sebagai obat penurun kolesterol alami  Teh hijau mengandung flavonoid unik, yang sering disebut sebagai katekin. Katekin tidak benar-benar memengaruhi kerja enzim yang memecah lemak, namun mampu mengurangi penyerapan kolesterol dan meningkatkan kemampuan pembuangan kolesterol pada feses. Dari hasil penelitian, minum teh hijau selama 8 minggu secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 2-4 persen. Selain itu, rutin mengonsumsi lebih dari dua cangkir teh hijau setiap hari dapat menurunkan kadar plasma kolesterol. Penurunan kadar kolesterol LDL dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 22-33 persen.
Selain dapat menurunkan kadar kolesetrol, teh hijau juga mengandung berbagai sisi positif lainnya, seperti antioksidan dan nutrisi seperti protein, karbohidrat, mineral dan vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Menurunkan kolesterol selain dengan teh hijau juga dapat dilakukan dengan cara :
Lakukan pola hidup sehat seperti menjaga berat badan tubuh yang ideal, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.
Konsumsi susu atau yoghurt yang low-fat.
Makanlah ikan 2-3 kali dalam seminggu.
Kurangilah konsumsi makanan cepat saji seperti sosis dan kornet.
Pilihlah buah-buahan atau kacang yang tidak bergaram sebagai cemilan saat lapar.
Gunakanlah minyak zaitun atau kanola sebagai minyak untuk memasak.
Makanlah sayuran setiap hari.
Hindari konsumsi makanan yang berlemak atau makanan yang tinggi kandungan gula, seperti kue, pastry, biskuit.


Kelola Kolesterol Pasca Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha tinggal beberapa hari lagi. Hari raya idul Adha identik dengan berkurban. Di hari perayaan Idul Adha, makanan berbahan dasar daging yang dimasak dengan berbagai bumbu dan resep biasanya menghiasi meja makan. Mulai dari sate, gulai, opor, dan makanan olahan daging lainnya sudah pasti banyak di konsumsi di hari ini.

Memakan daging memang memiliki banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh.
Namun jika daging dikonsumsi secara berlebihan maka tidak baik bagi kesehatan. Apalagi jika memiliki riwayat penyakit jantung dan kolesterol tinggi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghalau kolesterol dan darah tinggi saat mengonsumsi daging dan makanan-makanan berlemak.

1. Dimakan bersama Mentimun
Memakan daging terutama daging kambing yang banyak mengandung lemak jahat. Hal itu bisa dinetralisir dengan melahap buah mentimun. Menurut Ari Parikesit, salah seorang Founder dan CEO Kelana Rasa Culinary mengatakan bahwa, bahaya daging kambing memiliki unsur panas,sehingga sebaiknya di seimbangkan dengan yang dingin seperti timun.

2. Diolah menjadi Masakan Berkuah
Mengurangi resiko terkena penyakit dapat dilakukan dengan mengolah daging kambing dengan pas dan tepat. Salah satunya dengan diolah dengan masakan sup atau berkuah. Sebab kolesterol yang terkandung dalam daging dapat dikurangi. Jika dimasak dengan olahan sate maka kolesterol, dan lemak jahat akan naik. Apalagi dalam pemasakan sate, sifat karsinogenik dari PHA dan HCA juga sangat beresiko kanker.

3. Tambahan Jeruk
Mengonsumsi jus jeruk setelah memakan daging kambing berguna sebagai penetral lemak di dalam tubuh. Jeruk juga berguna sebagai pembersih kerongkongan dari sisa lemak yang biasanya menempel di mulut. Kemudian disarankan menghindari minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.

4. Kurangi yang Manis-manis
Makanan manis merupakan makanan yang mengandung kalori. Jika tetap mengkonsumsi daging kambing bersama makanan manis sama artinya menimbun lemak dan kalori. Hasil dari timbunan kalori tersebut yang meningkatkan resiko obesitas. Dan resiko terburuk dari obesitas adalah penyakit kardiovaskular.

5. Sayur
Manfaat sayur sangat baik untuk penyeimbang resiko lemak. Sayur mampu bekerja menetralisir atau menghilangkan bau mulut setelah mengkonsumsi daging kambing. Selain itu, sayur juga dapat menyeimbangi kadar kalori dalam tubuh sehingga tidak menimbulkan penumpukan kalori yang berlebihan.

Banyak menu yang dapat diolah dari daging kambing. Karna tak bisa menghilangkan bau prengus, sering kali hasil masakannya jadi tak sedap. Berikut tips menghilangkan bau prengus pada daging kambing yang bisa di coba,

1. Gunakan bumbu kunyit, jahe, dan bawang putih.
Haluskan kunyit, jahe, dan bawang putih oleskan pada daging kambing yang dimasak. Diamkan lumuran bahan itu membaluti daging selama 15 menit. Cuci bersih daging kambing dari lumuran bumbu dan masukan ke dalam air dingin.

2. Gunakan daun salam dan lengkuas
Jeroan direbus sampai keluar busa-busa putih.Buang busa-busa itu sampai habis. Saat merebus tambahkan potongan daun salam dan lengkuas. Daun salam dan lengkuas berguna untuk menghilangkan bau jeroan dengan aroma rempahnya

Baca juga : Bantu Turunkan Kolesterol dengan Teh Hijau

"Swamedikasi" Pengobatan Sendiri

Meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan tidak terkecuali dalam memilih obat dapat memungkinkan masyarakat melakukan swamedikasi mandiri. Upaya  masyarakat untuk memilih obat dalam rangka mengobati diri sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi. Swamedikasi atau pengobatan sendiri biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan sakit ringan yang biasa di derita seperti demam, nyeri, pusing, batuk, sakit maag, diare dan lain-lain.

Swamedikasi yang tepat dilakukan dengan mengonsumsi obat bebas atau obat bebas terbatas. Obat bebas (logo lingkaran hijau) dan obat bebas terbatas (logo lingkaran biru) dapat dibeli langsung di apotek atau toko obat tanpa resep dari dokter. Adapun obat keras (logo lingkaran merah bertuliskan huruf ‘K’) hanya boleh dibeli di apotek dengan menggunakan resep dokter. Obat keras yang digunakan tanpa pemeriksaan atau diagnosa dokter dikhawatirkan akan menimbulkan resiko bagi tubuh sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Untuk menetapkan jenis obat yang dibutuhkan perlu diperhatikan hal berikut :
Gejala atau keluhan penyakit
Kondisi khusus misalnya hamil, menyusui, bayi, lanjut usia dan lain-lain
Pengalaman alergi obat
Pilihlah obat yang sesuai dengan gejala penyakit dan tidak kontraindikasi dengan kondisi tubuh kita
Perhatikan nama obat, kegunaan, cara pakai, efek samping ,kontraindikasi, peringatan, interaksi obat, cara penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa
Perhatikan makanan, minuman atau obat lain yang harus dihindari saat mengonsumsi obat tersebut

Perlu diperhatikan penggunaan obat swamedikasi hanya untuk jangka pendek saja, jika gejala tidak membaik atau memburuk hentikan penggunaan dan tanyakan kepada Apoteker dan dokter.  Bila muncul gejala sesak napas, kulit kemerahan, gatal, bengkak, mual dan muntah kemungkinan telah terjadi efek samping obat atau reaksi alergi terhadap obat yang diminum. Segera hentikan pengobatan dan kunjungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Likopen" Antioksidan yang Banyak Manfaat

Likopen atau lycopene adalah pigmen karotenoid, yaitu fitokimia yang terdapat dalam buah atau sayuran. Likopen merupakan senyawa karotenoid paling umum dalam tubuh manusia. Likopen dikenal memiliki khasiat antioksidan kuat. Antioksidan sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan dan organ karena berfungsi sebagai penangkal radikal bebas dalam tubuh. Kelebihan radikal bebas dari sisa metabolisma dapat menyebabkan kerusakan sel yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.

Likopen mempunyai sifat antioksidan yang sangat berguna untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang menyerang dan merusak sel-sel tubuh. Likopen memiliki kemampuan mencegah kanker terutama kanker perut, kanker kolon, kanker paru-paru, kanker kulit, kanker prostat, kanker serviks, dan kanker payudara.

Likopen sangat baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena memiliki potensi mencegah aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Likopen juga bermanfaat mengurangi inflamasi atau peradangan, menjaga kesehatan mata, dan menjaga kesehatan kulit. Likopen juga sangat ampuh mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV (ultraviolet) dari cahaya matahari dan banyak digunakan pada beberapa produk perawatan kulit.

Sejumlah penelitian telah membuktikan likopen pada tomat dapat meningkatkan jumlah sperma sampai 70 persen. Dari penelitian sementara didapat adanya hubungan antara likopen dan kualitas sperma. Sejumlah penelitian lainnya juga menemukan likpen dapat memperlambat perkembangan kanker prostat dan memperlambat pembesaran prostat.

Likopen juga bermanfaat bagi kesehatan tulang.Likopen mampu meredakan stres oksidatif yang menyebakan struktur tulang rapuh dan lemah. Dengan memperlambat apoptosis (kematian sel) yang menyebabkan melemahnya tulang serta memperkuat arsitektur tulang seluler, ia dapat membuat tulang menjadi lebih sehat dan kuat.

Makanan sumber Likopen

Likopen banyak terdapat dalam sayuran dan buah yang berwarna cerah seperti merah, kuning, atau oranye. Selain dari bahan makanan alami, anda juga dapat memperoleh asupan likopen dari suplemen vitamin yang mengandung likopen Tomat adalah sumber makanan terbesar dengan kandungan ini.

Berikut beberapa buah dan sayur yang mengandung paling banyak likopen per 100 gram:
Tomat: 21,8 mg
Jambu biji: 5,2 mg
Semangka: 4,5 mg
Tomat segar: 3,0 mg
Pepaya: 1,8 mg
Jeruk merah muda: 1,1 mg
Paprika merah manis yang dimasak: 0,5 mg

Sampai saat ini,belum ada rekomendasi nilai asupan untuk likopen. Salah satu studi menyebutkan asupan antara 8-21 mg per hari sudah dianggap cukup efektif.

Pastikan Obat Aman dengan "KLIK" Sebelum Membeli
Saat anda memerlukan obat-obatan, anda biasa membeli obat-obata tersebut di apotek toko obat atau warung. Mudahnya anda dalam mendapatkan obat bahkan secara online bukan berarti Anda bisa sembarangan membeli dan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas. Pastikan Anda sudah cek obat tersebut, apakah sudah dinyatakan aman atau belum.

Namun, apa saja yang harus anda periksa sebelum mengonsumsi obat-obatan, baik yang dijual bebas maupun yang tersedia secara terbatas? Berikut  teknik cek obat yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Mengenal Cek Obat dengan KLIK BPOM
Sebagai konsumen, Anda harus cerdas dan teliti saat memilih obat-obatan. Pasalnya, salah minum obat bisa menimbulkan berbagai jenis efek samping yang berbahaya. Apalagi saat ini sudah banyak produsen obat yang sebenarnya belum terdaftar resmi. Anda juga perlu memerhatikan apakah obat yang Anda beli benar-benar asli dari pabriknya, tidak dicampur bahan-bahan asing oleh pihak tertentu.
Untuk memastikan konsumen bisa memilih produk obat yang aman, BPOM menganjurkan cek KLIK. KLIK adalah singkatan dari Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Empat hal inilah yang wajib Anda periksa sebelum membeli obat di apotek atau toko obat.

Cek Obat dengan Metode KLIK
Metode cek obat dengan KLIK ini bisa mencegah Anda mengonsumsi obat-obatan palsu, tidak resmi, atau yang sudah lewat masa berlakunya. Berikut cara melakukan pengecekan keamanan obat yang harus anda perhatikan;

1. Kemasan
Hal  pertama yang harus diperiksa adalah apakah kemasan obat masih layak dijual. Sebagai contoh, kalau boksnya sudah usang dan berlubang, itu berarti obat tidak disimpan di tempat yang layak. Kemungkinan besar isinya pun sudah rusak dan tidak layak konsumsi. Perhatikan juga kalau kemasannya sudah pudar, tampak luntur, atau robek. Sebaiknya jangan dibeli dan dikonsumsi. Obat ini mungkin umurnya sudah terlalu lama.

2. Label
Selalu baca lagi label obat yang akan Anda beli, meskipun Anda sudah berulang kali beli obat yang sama di toko. Setiap obat seharusnya mengandung label atau informasi yang berisi hal-hal berikut ini.
Nama produk
Komposisi atau bahan aktif (misalnya paracetamol atau aluminium hidroksida)
Kategori obat (misalnya analgesik, antihistamin, atau dekongestan)
Kegunaan obat (misalnya meredakan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, gatal karena alergi, batuk berdahak, atau mual)
Peringatan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu
Dosis obat
Informasi lain, misalnya anjuran penyimpanan

3. Izin edar
Pastikan obat-obatan yang Anda konsumsi sudah mengantongi nomor izin edar (NIE) dari Badan POM Indonesia. Obat-obatan yang sudah memiliki izin biasanya akan mencantumkan nomor registrasi pada kemasannya. Bila Anda masih ragu, silakan unduh aplikasi Cek BPOM melalui ponsel dengan sistem operasi Android. Anda dapat juga melakukan pengecekan NIE obat pada website cekbpom.pom.go.id, pada web tersebut anda juga dapat melakukan pengecekan izin edar kosmetik. Makanan, obat tradisional dan suplemen makanan.

4. Kedaluwarsa
Selalu cari tanggal kedaluwarsa obat sebelum Anda beli. Perlu diingat, mengonsumsi obat yang kedaluwarsa dapat berisiko tinggi bagi kesehatan. Selain karena khasiat obat telah berkurang atau hilang, obat mungkin mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya. Jadi, jika anda memiliki obat kedaluwarsa, lebih baik jangan diminum dan bisa di buang sesuai petunjuk yang tepat.


Cara Tepat Mengelola Obat Kadaluarsa yang Ada di Rumah
Pasti kita pernah mendapati obat yang sudah kadaluarsa di rumah.

Lalu, apa yang sebaiknya kamu lakukan saat melihat obat yang sudah kedaluwarsa itu?

Apakah boleh dibuang begitu saja?

Obat kadaluarsa tidak boleh dibuang begitu saja, membuang obat yang sudah kadaluarsa ada aturannya karena memungkinkan untuk disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,. Jadi, mulai sekarang hindari membuang obat sembarangan.

Semua jenis obat, jika sudah melewati masa kadaluarsa sebaiknya obat segera disingkirkan atau dibuang. Kandungan zat aktif pada  obat kadaluarsa dapat berubah dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Kembalikan Obat Kadaluarsa ke Apotek
Obat yang sudah kadaluarsa jika dibuang disembarang tempat seperti di tempat sampah, toilet, atau saluran air bisa mengakibatkan bahaya bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Obat kadaluasra yang dibuat di sembarang tempat mungkin digunakan oleh orang yang tiodak bertanggung jawab dengan tujuan yang tidak baik, obat-obatan kadaluarsa yang dibuang ke toilet juga bisa menyebabkan gangguan sistem saluran air hingga dapat membahayakan lingkungan.
Sebuah studi mengatakan bahwa obat kadaluarsa tertentu bisa memungkinkan menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Antibiotik yang sudah melalui masa berlakunya bisa gagal mengobati infeksi, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan resistensi antibiotik.
Salah satu cara paling aman dalam membuang obat kadaluarsa yaitu untuk menyerahkan obat yang sudah kadaluarsa ke apotek terdekat agar dihancurkan atau dibuang sesuai prosedur lembaga kesehatan setempat sehingga aman bagi lingkungan

Cara Tepat Membuang Sendiri Obat yang Sudah Kadaluarsa
Apabila Anda ingin membuang sendiri obat kadaluarsa, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mematuhi aturannya, di antaranya adalah:
Bacalah label obat terlebih dulu jika terdapat petunjuk pembuangan khusus yang tertempel, maka ikuti petunjuknya.
Letakkan obat kadaluarsa terpisah  dari kemasan atau plastik obat.
Obat yang obat berbentuk tablet atau kapsul angan dihancurkan , tetapi campur obat kadaluarsa dengan tanah, kotoran kucing, ampas kopi atau zat lain yang menyerap obat.
Coret semua informasi yang ada di labelatau etiket pada botol atau plastik obat untuk obat yang diperoleh dari resep dokter
Hapus informasi yang ada pada label resep obat untuk menjaga privasi dan melindungi informasi tentang kesehatan pribadi Anda.
Tidak membuang obat langsung ke tempat sampah.Obat yang dibuang ke tempat sampah, dapat dijual kembali oleh pihak tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya bagi kesehatan orang lain.
Vitamin dan mineral cair dapat dijadikan sebagai pupuk dengan cara langsung dituangkan ke tanaman.Jika obat berbentuk kapsul dan tablet, kita harus menghancurkannya terlebih dahulu.
Kumpulkan obat-obatan yang sudah tidak dikonsumsi/digunakan.Jika sudah banyak, titipkan ke apotik atau puskesmas untuk dimusnahkan

Jika obat pribadi Anda memiliki waktu kadaluarsa yang masih lama, simpanlah dengan baik di tempat yang dingin, gelap, tidak lembap, dan jauh dari jangkauan anak kecil. Obat yang tidak disimpan terlindung dari panas dan cahaya bisa berkurang keampuhannya dalam melawan penyakit.

Setelah mengetahui beragam informasi mengenai cara tepat membuang obat kadaluarsa, mulai sekarang Anda harus mengikuti petunjuknya jika nanti ditemukan obat kadaluarsa di rumah. Hal paling pentingnya adalah hati-hati jika ingin membuang obat kadaluarsa agar tidak disalahgunakan dan membahayakan orang lain dan lingkungan.


Hal Yang Harus diketahui Tentang Obat Kadaluarsa
Obat Rusak Atau Kadaluarsa
Obat kadaluarsa adalah kondisi obat dimana konsentrasinya sudah berkurang antara 25-30% dari konsentrasi awalnya serta bentuk fisik yang mengalami perubahan (Seto, 2002: 34).
Obat rusak yaitu bentuk atau kondisinya yang tidak dapat dipakai lagi, sedangkan waktu kadaluarsa yaitu waktu yang menunjukan batas akhir obat masih memenuhi syarat dan waktu kadaluarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun harus dicantumkan pada kemasan obat. Obat rusak dan kadaluarsa telah berubah fungsi dan kadarnya sehingga dapat mengakibatkan penyakit pada manusia serta dapat menimbulkan kematian (BPOM, 2009).
Obat yang sudah melewati masa kadalursa dapat membahayakan karena berkurangnya stabilitas obat tersebut dan dapat mengakibatkan efek toksik (racun). Hal ini dikarenakan fungsi kerja obat sudah tidak optimal dan kemampuannya telah menurun, sehingga obat yang masuk kedalam tubuh hanya akan mengendap dan menjadi racun. Sebenarnya obat yang belum kadaluarsa diperkirakaan juga dapat menyebabkan efek buruk yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh penyimpanannya yang salah yang menyebabkan zat aktif didalam obat tersebut rusak. Tanda kerusakan zat aktif tersebut disertai dengan perubahan bentuk, warna, bau, bahkan rasa maupun konsistensi. Maka dari itu harus diperhatikan juga cara penyimpanan obat yang baik (Depkes RI, 2004).

Kondisi Yang Mempercepat Kadaluarsa Obat
Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat masa kadaluarsa obat. Hal-hal yang mempercepat kadaluarsa obat adalah sebagai berikut:
1). Kelembaban
Tempat yang memiliki kelembaban tinggi akan mempercepat masa kadaluarsa obat karena akan mempengaruhi stabilitas obat kemudian dapat menyebabkan penurunan kandungan, hal ini yang mempercepat kadaluarsa.
2) Suhu
Suhu penyimpanan obat bermacam-macam, pada umumnya obat banyak disimpan pada suhu kamar. Penyimpanan obat di kulkas. tidak dianjurkan jika tidak terdapat petunjuk. Obat-obat minyak seperti minyak ikan, sebaiknya jangan disimpan di tempat yang terlalu dingin. Insulin (Obat untuk penderita diabetes) merupakan contoh obat yang akan rusak jika ditempatkan pada ruangan dengan suhu panas.
3)   Cahaya,
Obat sebaiknya tidak disimpan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari ataupun lampu secara   langsung. Misalnya : Vaksin bila terkena sinar matahari langsung maka dalam beberapa detik, vaksin akan menjadi rusak. Untuk melindunginya dari cahaya maka digunakan kemasan berwarna, misalnya ampul yang berwarna coklat disamping menggunakan kemasan luar.

Efek Meminum Obat Yang Rusak Atau Kadaluarsa
Efek meminum obat rusak atau kadaluarsa dapat menimbulkan:
a) Penyakit lama sembuhnya/tidak sembuh karena obat yang digunakan sudah berkurang kekuatannya. Hal ini disebabkan karena sebagian zat berkhasiat sudah berubah menjadi zat lain yang tidak berkhasiat.
b) Obat yang kadaluarsa berubah menjadi beracun yang menimbulkan bahaya baru.
Obat yang kurang stabil hendaknya dihindari agar tidak kadaluarsa, terutama dalam bentuk sirup, hormon, antibiotik. Walaupun tanggal kadaluarsa tertera dalam kemasan obat , kita tidak boleh menjadikan patokan dari tanggal kadaluarsa yang tercetak pada kemasan obat. Karena penampilan fisik obat yang berubah, baik warna (timbul bintik atau noda), rasa dan bau obat yang lain dari biasanya merupakan peringatan pada kita agar tidak mengkonsumsi obat tersebut. Obat mungkin saja menjadi rusak walau tanggal kadaluarsa belum terlewati.

Baca Juga : Amankah Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa?

Efek Buruk Akibat Penyalahgunaan Obat Dokter
Kasus dugaan penyalahgunaan dumolid oleh pasangan selebritas Tora Sudiro dan Mieke Amalia merupakan gambaran kecil dari praktik penyalahgunaan obat dengan resep dokter (prescription drugs) yang terjadi di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, penyalahgunaan obat dapat menyebabkan masalah yang lebih luas di samping membahayakan kesehatan pribadi.

"Sekarang ini, bukan hanya saya, tapi sejawat saya, kawan-kawan psikiater, banyak menemukan kasus (penyalahgunaan obat)," ungkap spesialis kedokteran jiwa dari RS Medistra dr Adhi Wibowo
Nurhidayat SpKJ(K) MPH saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (4/8).

Selain dumolid atau nitrazepam, ada beberapa obat lain yang juga kerap disalahgunakan oleh sebagian masyarakat. Salah satu dari obat tersebut adalah obat batuk dextromethorphan. Contoh lainnya adalah trihexyphenidyl atau lebih dikenal sebagai Double L.

Adhi melihat salah satu faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan obat adalah kecenderungan sebagian masyarakat untuk melakukan self medication. Self medication merupakan suatu upaya untuk mengobati diri sendiri hanya dengan membeli obat yang seharusnya didapatkan dengan resep dokter.

"Jangan mencoba untuk terapi diri sendiri, karena ada dua hal (kerugian)," sambung Adhi.
Salah satu kerugian yang dapat timbul akibat penyalahgunaan obat adalah kerugian secara klinis, seperti efek samping obat. Efek samping obat dapat muncul jika penggunaan obat tidak dilakukan dengan semestinya dan tidak melalui pengawasan dokter.

Sebagai contoh, obat golongan benzodiazepine seperti dumolid memiliki efek samping umum yaitu pusing, gangguan psikomotor dan risiko jatuh, gangguan daya ingat, konsentrasi yang buruk, amnesia hingga penumpulan emosi. Tanpa pengawasan dokter, efek-efek samping tersebut bisa dialami oleh penyalahguna obat.

Di sisi lain, penyalahgunaan obat juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ di dalam tubuh.
Beberapa organ yang mungkin terpengaruh adalah otak dan ginjal.
Kerugian kedua akibat penyalahgunaan obat adalah kerugian dari segi hukum. Pelaku penyalahgunaan obat psikotropika misalnya, dapat dijatuhi hukuman karena ketentuan penggunaan obat psikotropika sudah diatur ketentuannya dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 maupun Peremenkes RI Nomor 3 Tahun 2017.

"Jadi, apabila tidak menggunakan resep, bisa dikenai hukuman, karena ini adalah obat resep dokter," lanjut Adhi.

Penyalahgunaan obat yang cukup masif juga dapat berujung pada kelangkaan obat yang bersangkutan. Kondisi ini tentu sangat merugikan pihak pasien maupun dokter.
Di satu sisi, pasien yang benar-benar membutuhkan obat tersebut akan sulit mendapatkan akses karena obat sulit ditemukan. Di sisi lain, para dokter juga akan kesulitan karena modalitas terapi untuk pasien menjadi berkurang atau bahkan hilang.

Hal ini sudah terjadi pada obat trihexyphenidyl. Adhi mengatakan saat ini obat trihexyphenidyl sangat sulit ditemukan karena sebelumnya cukup banyak disalahgunakan oleh sebagian masyarakat.

"Kalau memang obat dokter disalahgunakan, seharusnya regulasi atau pengawasannya yang ditingkatkan, bukan obat itu dihilangkan dari pasaran," ujar Adhi.

Untuk menghindari dua kerugian besar ini, Adhi mengimbau agar masyarakat tidak tergoda untuk melakukan self medication ataupun penyalahgunaan obat. Masyarakat yang mengalami masalah gangguan jiwa seperti depresi, kecemasan hingga insomnia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan.

Melalui pengawasan dokter, keamanan pasien jauh lebih terjamin karena dosis obat yang diberikan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien. Di sisi lain, perkembangan klinis dari penyakit ataupun gangguan yang diderita pasien juga akan terpantau dengan baik dengan oleh dokter.

Bahaya Penggunaan Obat Palsu "Ilegal"
Banyaknya peredaran obat tidak berijin dan obat tidak jelas merupakan ancaman bagi kesehatan. Dampak obat tersebut beragam, tergantung kandungan, komposisi, kondisi obat, serta penyakit yang diderita konsumen. ”Obat yang tidak terdaftar di BPOM (illegal) berpotensi memperparah penyakit bukan menyembuhkan, juga palsu, karena tak ada penilaian obyektif dan ilmiah dari ahli atau lembaga kompeten. Kemanjuran dan keamanannya pun tak terjamin,” kata Guru Besar Ilmu Farmakologi dan Farmasi Klinis Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawati yang dihubungi dari Jakarta, Senin (8/8).

Adapun obat palsu ialah obat yang diproduksi atau dikemas orang atau badan usaha yang tak berhak. Dampak obat ilegal bagi kesehatan beragam. Itu tergantung kandungan, komposisi dan kondisi obat, serta penyakit yang diderita konsumen. Bagi pasien yang perlu pengobatan segera atau penderita penyakit kronis, seperti penyakit jantung, mengonsumsi obat palsu yang tak ada zat aktifnya, misal berisi tepung saja, sama dengan tak minum obat. Itu bisa membuat penyakit yang diderita kian parah, menimbulkan komplikasi, hingga memicu kematian. ”Pasien rugi karena membeli obat yang tak berkhasiat dan justru menambah keparahan penyakit hingga meningkatkan biaya perawatan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri menambahkan, apa pun jenis obatnya, ilegal atau palsu, konsumen yang mendapat obat tak sesuai kebutuhan dan ketentuan mengalami gangguan fungsi hati dan ginjal. Dua organ itu berfungsi mengolah obat di tubuh. Hati akan mengubah zat yang bersifat racun agar menjadi tak beracun bagi tubuh. Jika hati rusak, sifat racun zat itu tak bisa dinetralkan. Sementara ginjal bekerja layaknya penyaring. Jika kerja ginjal terganggu dan menyebabkan gagal berfungsi, kotoran tak akan tersaring dan menyebar ke sirkulasi darah hingga butuh cuci darah secara rutin. ”Jika kesemrawutan distribusi obat dibiarkan, beban Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang mengelola Jaminan Kesehatan Nasional akan bengkak,” ujarnya. Berbagai kondisi itu membuat derajat kesehatan warga yang diinginkan pemerintah sulit tercapai. ”Bahkan kesehatan masyarakat dapat terganggu bila menggunakan obat ilegal dan palsu terus-menerus,” kata Zullies.

Penyalahgunaan Obat Mengandung Prekursor

Maraknya penyalahgunaan obat-obatan  termasuk obat yang tergolong prekursor cukup tinggi di Indonesia. Apalagi obat yang mengandung prekursor sangat mudah di dapatkan baik di apotek maupun toko obat. Hampir sebagian obat prekursor masih memiliki penandaan sebagai obat bebas terbatas sehingga selain mudah di dapat juga mudah untuk mendapatkan dalam jumlah yang banyak.
Apa itu prekursor ? Prekursor adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika dan Psikotropika. Pengaturan peredaran obat yang mengandung prekursor sudah diatur oleh Badan Pom melalui Peraturan Kepala Badan POM No 44 tahun 2010. Pengaturan Peredaran Prekursor bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan Prekursor;  mencegah dan memberantas peredaran gelap Prekursor; mencegah terjadinya kebocoran dan penyimpangan Prekursor; dan  menjamin ketersediaan Prekursor untuk industri farmasi, industri yang bukan farmasi, dan perkembangan iptek.
Prekursor di bagi ke dalam 2 golongan, yaitu prekursor table I dan prekursor table II,adapun bahan farmasi yang termasuk dalam prekursor adalah:

GOLONGAN DAN JENIS PREKURSOR
TABEL I
1. Acetic Anhydride.
2. N-Acetylanthranilic Acid.
3. Ephedrine.
4. Ergometrine.
5. Ergotamine.
6. Isosafrole.
7. Lysergic Acid.
8. 3,4-Methylenedioxyphenyl-2-propanone.
9. Norephedrine.
10. 1-Phenyl-2-Propanone.
11. Piperonal.
12. Potassium Permanganat.
13. Pseudoephedrine.
14. Safrole.
TABEL II
1. Acetone.
2. Anthranilic Acid.
3. Ethyl Ether.
4. Hydrochloric Acid.
5. Methyl Ethyl Ketone.
6. Phenylacetic Acid.
7. Piperidine.
8. Sulphuric Acid.
9. Toluene.

Dari daftar prekursor di atas salah satu Bahan Prekursor yang sering disalah gunakan adalah Pseudoefedrin. Pseudoephedrine  adalah bahan yang umumnya terkandung di dalam obat bebas untuk menangani flu dan batuk. Pseudoephedrine  adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat serta meredakan tekanan pada sinus akibat demam, alergi, dan pilek.
Pseudoephedrine bekerja dengan merelaksasi otot di sekitar saluran pernapasan agar lebih banyak udara masuk. Pseuefedrin sesungguhnya tidak mempercepat proses penyembuhan namun hanya meredakan gejala. Di samping itu, sayangnya pseudoephedrine ternyata kerap digunakan untuk pembuatan methamphetamine secara ilegal yang dapat menimbulkan kecanduan. Methamphetamine merupakan obat psikoaktif yang dapat memengaruhi emosi, perasaan, dan persepsi terhadap kenyataan penggunanya, atau biasa dikenal sebagai narkoba.
Efek stimulan menyebabkan obat yang mengandung pseudoephedrine tidak jarang disalahgunakan sebagai bahan psikotropika yang memberikan rasa gembira dan hiperaktif. Di masa lalu, obat ini juga pernah digunakan atlet sebagai doping untuk meningkatkan performa. Efek samping pseudoefedrin akan meningkat jika digunakan bersama kafein dalam jumlah banyak.
. Hal ini menyebabkan di beberapa negara tertentu penggunaan pseudoefedrin sudah sangat dibatasi walaupun masih dalam golongan obat bebas. Jadi bijak lah menggunakan obat terutama obat-obat yang mengandung precursor.Hindari penyalahgunaan dan salah guna obat yang mengandung prekursor yaa..

Penggolongan Obat dan Penandaan

Ketika membeli obat di apotek, sangat penting untuk memperhatikan lebih jauh jenis obat yang dibeli, termasuk golongan apa obat tersebut. Hal ini dianggap penting, karena obat yang dikonsumsi tidak boleh sembarangan. Di Indonesia, pemerintah menyediakan undang-undang penggolongan obat secara spesifik. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang hal ini. Untuk mengetahui tentang penggolongan obat lebih dalam, berikut penjelasannya!

Obat Bebas

Obat bebas adalah obat OTC (over the counter) atau obat yang dijual secara bebas di pasaran. Artinya, Kamu bisa sangat mudah dan bebas menemukan dan membeli obat ini, tanpa harus menggunakan resep dokter. Obat yang tergolong dalam kategori bebas adalah obat yang memiliki efek samping rendah serta kandungan bahan-bahan yang relatif aman. Namun meski tidak memerlukan pengawasan dokter, Kamu tetap harus memenuhi petunjuk dan dosis yang tertera di kemasan ketika mengonsumsinya.
Obat Bebas


Obat bebas biasanya memiliki gambar lingkaran berwarna hijau dan bergaris tepi hitam. Simbol tersebut tertera di kemasan obat. Kebanyakan obat bebas adalah obat-obat untuk mengobati penyakit ringan, seperti batuk, flu, atau demam. Obat bebas juga bisa berupa vitamin atau suplemen nutrisi. Contoh obat bebas adalah parasetamol.

Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas memiliki kesamaan dengan obat bebas, yaitu keduanya dijual bebas di pasaran. Namun, obat bebas terbatas termasuk obat yang lebih keras ketimbang obat bebas, meski obat dalam golongan ini juga bisa dikonsumsi tanpa resep dari dokter. Dalam jumlah tertentu, obat ini masih bisa dijual di apotek mana saja.

Obat Bebas Terbatas

Obat jenis bebas terbatas juga memiliki simbol tertentu di kemasannya, yaitu lingkaran biru bergaris tepi hitam. Tidak hanya itu, pada kemasan obat bebas terbatas juga tertulis peringatan-peringatan seperti:
P1: Awas! Obat Keras! Baca Aturan Pakainya.
P2: Awas! Obat Keras! Baca Aturan Pakainya.
P3: Awas! Obat Keras! Hanya untuk Bagian Luar Tubuh.
P4: Awas! Obat Keras! Hanya untuk Dibakar.
P5: Awas! Obat Keras! Tidak Boleh Ditelan.
P6: Awas! Obat Keras! Obat Wasir, Jangan Ditelan.

Obat bebas terbatas bisa digunakan untuk mengobat penyakit dari yang tergolong ringan hingga serius. Kalau Kamu belum sembuh juga, meski sudah mengonsumsi obat dengan golongan bebas terbatas, lebih baik berhenti mengonsumsinya dan periksakan diri ke dokter.

Obat Keras

Obat keras sudah termasuk obat yang tidak bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter, meski dijual legal di apotek. Tanpa resep dokter dan jika pemakaiannya tidak sesuai, dikhawatirkan obat ini bisa memperparah penyakit, meracuni tubuh, bahkan menyebabkan kematian. Simbol obat keras yang ada di kemasan obat adalah lingkaran merah bergaris tepi hitam dan terdapat huruf K di dalamnya.
Obat Keras

Pada umumnya, banyak obat-obat tertentu yang termasuk dalam golongan ini, seperti:
Obat generik.
Obat Wajib Apotek (OWA).
Psikotropika.
Obat yang mengandung hormon, seperti obat penenang atau obat diabetes.
Antibiotik, seperti tetrasiklin, penisilin, ampisilin, sefalosporin.

Untuk psikotropika, obat-obatan jenis ini memengaruhi susunan sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan perubahan pada mental dan perilaku orang yang mengonsumsinya. Maka dari itu, obat psikotropika hanya bisa dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Bahkan, psikotropika juga dibagi menjadi 4 golongan berdasarkan bahaya dampaknya pada tubuh manusia. Psikotropika golongan I adalah obat yang tidak boleh digunakan untuk terapi. Psikotropika golongan I hanya boleh dipakai untuk keperluan ilmu pengetahuan, karena memiliki potensi yang kuat untuk menyebabkan ketergantungan pada penggunanya.

Lain dari psikotropika golongan I, psikotropika golongan II bisa digunakan untuk pengobatan maupun untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Namun, psikotropika golongan II tetap memiliki potensi kuat untuk menyebabkan ketergantungan.

Psikotropika golongan III lebih banyak digunakan untuk pengobatan, meski obat jenis ini juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan ilmu pengetahuan. Risiko ketergantungan pada psikotropika golongan III cenderung rendah. Selain itu, sama seperti golongan III, risiko ketergantungan psikotropika golongan IV juga rendah. Psikotripika golongan IV banyak digunakan untuk pengobatan maupun keperluan ilmu pengetahuan.

Karena bersifat keras, psikotropika dan obat keras berada di dalam kategori yang sama. Keduanya juga memiliki simbol yang sama. Contoh obat keras adalah loratadine, pseudoeedrin, bromhexin HCL, alprazolam, clobazam. Sementara itu, contoh obat psikotropika adalah ekstasi, phenobital, sabu-sabu, diazepam.


Ketika Obat Generik Jadi Bahan 'Repackage' Obat Palsu Ini Yang Terjadi

Sebanyak 197 apotek di Jabodetabek menjadi korban kasus peredaran obat palsu yang dilakukan Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Jaya Karunia Investindo (JKI). Obat palsu yang dimaksud yaitu obat repackaged atau daur ulang, berasal dari obat generik dan juga kadaluwarsa yang dikemas ulang menjadi obat bermerek.

Dalam pernyataan resmi Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), disebutkan salah satu obat yang banyak dipalsukan adalah obat untuk masalah kardiovaskuler atau jantung. 

Dipaparkan oleh dr Eka Ginanjar, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP, obat jantung sendiri kebanyakan sudah ada versi generiknya, terutama yang masuk formulasi. Dan menurutnya, obat generik yang dikemas ulang menjadi bermerek adalah penipuan, karena rata-rata obat bermerek memiliki harga yang lebih tinggi.

dr Eka menyebut alasan pasien lebih memilih membeli obat bermerek ketimbang generik biasanya karena ada ekspektasi lebih. Namun secara fungsi, obat bermerek dan generik tidak berbeda karena zat aktifnya sama.

"Secara kualitas, karena zat aktif sama maka efek sama. Hal yang berbeda antara obat bermerek dan generik tak berdampak pada efek obat untuk pasien yang ditangani. Namun beberapa konsumen memilih bermerek karena misal ukuran obat tidak terlalu besar, butiran tidak terlalu kasar, atau rasa tidak terlalu pahit. Beberapa merasa lebih manjur meski tidak terbukti," katanya melalui pesan singkat kepada detikHealth, Jumat (26/7/2019).

Soal harga, dr Eka menyebut perbedaannya memang jauh. Ia mencontohkan obat jantung clopidogrel, di mana generik dijual sebutir 3-4 ribu rupiah, sementara yang bermerek bisa dijual mencapai 18-20 ribu rupiah. 

"Generik ini emang ditekan harganya. Tapi nilai keekonomiannya jadi tidak bagus. Jadinya ada obat esensial yang jarang dipake tapi nggak ada yang memproduksi, misal obat anti aritmia namanya adenosin (ATP)," lanjutnya.

Menyoal kasus obat palsu tersebut, dr Eka berharap ada regulasi untuk pemantauan lebih ketat karena masih banyak orang yang berniat buruk. Atau jika memang memungkinkan, apotek atau tempat penjualan obat yang tidak teregistrasi lebih baik ditutup saja, pungkasnya.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.