Articles by "qurban"

Tampilkan postingan dengan label qurban. Tampilkan semua postingan

Tips Keamanan Pangan Menyimpan Daging

Hari Raya Idul Adha diperingati sebagai hari libur nasional di Indonesia. Hari raya Idul Adha dikenal juga dengan nama Hari Raya Qurban. Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, yang merupakan bulan terakhir tahun Hijriah dalam penanggalan Islam.

Idul Adha sangat erat dengan ibadah Qurban sehingga biasanya di hari ini kita akan banyak menerima daging qurban. Agar daging tetap bisa dikonsumsi dengan baik dan sehat, berikut tips keamanan pangan menyimpan daging qurban yang dikutip dari klubpompi Badan POM:

Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani daging
Jangan cuci daging sebelum disimpan, jika dicuci dengan air kran, kuman-kuman dapat masuk dan tinggal di dalam pori-pori daging. Hal tersebut dapat merusak kualitas daging. Mencuci dilakukan saat daging akan dimasak
Potong daging menjadi beberapa bagian ( sesuai kebutuhan)
Masukkan daging ke dalam wadah/plastik bersih kemudian beri label (tanggal pemotongan). Jangan lupa pastikan wadah/plastik dalam keadaan baik (tidak bocor)
Jangan gunakan plastik hitam untuk membungkus daging, gunakan plastik bening atau yang berwarna putih
Sebelum disimpan dalam freezer, simpan daging di dalam kulkas yang sejuk selama 4-5 jam, hal ini bertujuan untuk penyesuaian suhu daging selama penyimpanan, jika tidak segera di masak, pindahkan daging dalam freezer. Daging yang disimpan sesuai suhu yang ditentukan memiliki umur penyimpanan yaitu; Suhu 10C-100C selama 3 hari sedangkan suhu (-5) 0C –(-10) 0C selama 1 bulan.
Setelah disimpan di freezer, daging menjadi membeku. Ada 3 cara yang dapat digunakan untuk mencairkan daging beku secara aman;

Kulkas
Rencanakan jumlah daging yang akan dicairkan sehari sebelum dimasak. Perlu diketahui setiap 1 kg daging beku diperlukan waktu 12 jam untuk mencair. Ambillah daging beku dari Freezer, simpan daging beku dalam wadah tertutup di kulkas bagian sejuk (chiller),pastikan suhu kulkas <5 0C, dagng yang telah cair dapat disimpan di kulkas selama 3-5 hari. Daging yang dicairkan dengan cara ini bisa dibekukan kembali akan tetapi kualitas daging akan berkurang.

Air
Gunakan air sejuk/dingin yang bersih. Pastikan daging dibungkus plastik dengan baik dan tidak bocor. Gantilah air rendaman setiap 30 menit. 1 kg daging memerlukan waktu 2 jam untuk mencair. Jangan bekukan kembali daging yang telah dicairkan menggunakan air. Hal ini dikarenakan dapat memperbanyak jumlah bakteri pada daging. Daging yang tercemar bakteri dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit diare

Microwave
Gunakan wadah yang tepat ( ada logo microwave),pilih menu defrost, . Jangan bekukan kembali daging yang dicairkan dengan cara ini. Hal ini dikarenakan dapat memperbanyak jumlah bakteri pada daging. Masak segera daging yang telah dicairkan.

Jangan lupa kunjungi web  : www.pom.go.id untuk info lainnya.

Bahaya Cacingan pada Anak
Cacingan merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak.Cacingan dapat menghambat perkembangan anak anda sehingga tidak bisa diremehkan.Hal ini dikarenakan cacing akan menyerap sari-sari makanan yang ada dalam sel-sel darah dan usus.

Penyebab Cacingan
Kurangnya kesadaran akan kebersihan pada anak adalah penyebab utama penyakit cacingan. Orang tua dan anak harus dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah masuknya telur cacing ke dalam tubuh baik dari makanan dan minuman yang tidak higienis atau dari masakan yang dimasak dengan tidak benar.
Telur cacing dapat masuk dan tinggal di dalam tubuh anak dengan berbagai cara.Telur cacing masuk ke dalam organ-organ tubuh melalui saluran pencernaan, kulit, usus, paru-paru, bahkan otot.

Ciri-Ciri Anak Cacingan
Gejala-gejala yang mungkin muncul ketika anak cacingan ;
• Mengeluh gatal yang terus-menerus di sekitar anus.
• Susah tidur karena merasakan gatal di sekitar anus.
• Sekitar anus terasa nyeri dan terjadi iritasi.
• Ditemukan adanya cacing pada feses atau tinja Si Kecil.
• Anak terlihat lesu.
• Tidak nafsu makan.
• Perut buncit, tapi bagian tubuh lain sangat kurus.
• Mual dan muntah.
• Sering sakit perut, diare berulang, dan kembung.

Bahaya Cacingan
Saat telur cacing masuk ke dalam tubuh, telur akan menetas larva cacing akan masuk ke pembuluh darah dan menetap di dinding usus. cacing kemudian berkembang biak dan membuat koloni dalam usus, cacing akan menyerap habis makanan yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya pertumbuhan anak menjadi terhambat akibat kekurangan gizi.
Anak juga bisa menderita anemia (kekurangan sel darah merah) yang menyebabkan pasokan oksigen ke otak terganggu. Kurangnya pasokan oksigen ini akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Anemia juga bisa mengganggu daya tahan tubuh anak, sehingga berisiko terserang penyakit lain. Bahkan, cacingan juga bisa menyebabkan radang paru, gangguan hati, bahkan penyumbatan usus.

Cara Mencegah dan Mengatasi
Agar Anak terhindar dari cacingan, kita harus membiasakan diri untuk hidup bersih, hal-hal yang mungkin dilakukan seperti :
• Biasakan mencuci tangan setelah aktivitas di luar rumah, sebelum tidur, sebelum dan sesudah makan.Cuci tangan dengan air dan sabun. Cuci tangan hingga benar-benar bersih sampai di sela-sela jari serta kuku..
• Gunakan alas kaki saat bermain di luar, cuci kaki setelah bermain dan bepergian.
• Jaga kebersihan kuku tangan dan kaki. Rutinlah memotong kuku tangan dan kaki.
• Cuci bahan makanan dengan air bersih yang mengalir dan tutup makanan di atas meja agar tak dihinggapi lalat. Lalat juga bisa membawa telur-telur cacing.
• Hindari jajan atau membeli makanan di tempat sembarangan.
• Rutin minum obat cacing tiap 6 bulan sekali

Pemerintah secara rutin mengadakan program pemberian obat cacing pada bulan Februari dan Agustus di puskesmas, pustu, posyandu,sekolah, TK dan PAUD. Jadi kunjungilah sarana kesehatan tersebut agar anak  dapat memperoleh obat cacing secara gratis.







Kelola Kolesterol Pasca Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha tinggal beberapa hari lagi. Hari raya idul Adha identik dengan berkurban. Di hari perayaan Idul Adha, makanan berbahan dasar daging yang dimasak dengan berbagai bumbu dan resep biasanya menghiasi meja makan. Mulai dari sate, gulai, opor, dan makanan olahan daging lainnya sudah pasti banyak di konsumsi di hari ini.

Memakan daging memang memiliki banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh.
Namun jika daging dikonsumsi secara berlebihan maka tidak baik bagi kesehatan. Apalagi jika memiliki riwayat penyakit jantung dan kolesterol tinggi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghalau kolesterol dan darah tinggi saat mengonsumsi daging dan makanan-makanan berlemak.

1. Dimakan bersama Mentimun
Memakan daging terutama daging kambing yang banyak mengandung lemak jahat. Hal itu bisa dinetralisir dengan melahap buah mentimun. Menurut Ari Parikesit, salah seorang Founder dan CEO Kelana Rasa Culinary mengatakan bahwa, bahaya daging kambing memiliki unsur panas,sehingga sebaiknya di seimbangkan dengan yang dingin seperti timun.

2. Diolah menjadi Masakan Berkuah
Mengurangi resiko terkena penyakit dapat dilakukan dengan mengolah daging kambing dengan pas dan tepat. Salah satunya dengan diolah dengan masakan sup atau berkuah. Sebab kolesterol yang terkandung dalam daging dapat dikurangi. Jika dimasak dengan olahan sate maka kolesterol, dan lemak jahat akan naik. Apalagi dalam pemasakan sate, sifat karsinogenik dari PHA dan HCA juga sangat beresiko kanker.

3. Tambahan Jeruk
Mengonsumsi jus jeruk setelah memakan daging kambing berguna sebagai penetral lemak di dalam tubuh. Jeruk juga berguna sebagai pembersih kerongkongan dari sisa lemak yang biasanya menempel di mulut. Kemudian disarankan menghindari minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.

4. Kurangi yang Manis-manis
Makanan manis merupakan makanan yang mengandung kalori. Jika tetap mengkonsumsi daging kambing bersama makanan manis sama artinya menimbun lemak dan kalori. Hasil dari timbunan kalori tersebut yang meningkatkan resiko obesitas. Dan resiko terburuk dari obesitas adalah penyakit kardiovaskular.

5. Sayur
Manfaat sayur sangat baik untuk penyeimbang resiko lemak. Sayur mampu bekerja menetralisir atau menghilangkan bau mulut setelah mengkonsumsi daging kambing. Selain itu, sayur juga dapat menyeimbangi kadar kalori dalam tubuh sehingga tidak menimbulkan penumpukan kalori yang berlebihan.

Banyak menu yang dapat diolah dari daging kambing. Karna tak bisa menghilangkan bau prengus, sering kali hasil masakannya jadi tak sedap. Berikut tips menghilangkan bau prengus pada daging kambing yang bisa di coba,

1. Gunakan bumbu kunyit, jahe, dan bawang putih.
Haluskan kunyit, jahe, dan bawang putih oleskan pada daging kambing yang dimasak. Diamkan lumuran bahan itu membaluti daging selama 15 menit. Cuci bersih daging kambing dari lumuran bumbu dan masukan ke dalam air dingin.

2. Gunakan daun salam dan lengkuas
Jeroan direbus sampai keluar busa-busa putih.Buang busa-busa itu sampai habis. Saat merebus tambahkan potongan daun salam dan lengkuas. Daun salam dan lengkuas berguna untuk menghilangkan bau jeroan dengan aroma rempahnya

Baca juga : Bantu Turunkan Kolesterol dengan Teh Hijau


Hal Yang Harus diketahui Tentang Obat Kadaluarsa
Obat Rusak Atau Kadaluarsa
Obat kadaluarsa adalah kondisi obat dimana konsentrasinya sudah berkurang antara 25-30% dari konsentrasi awalnya serta bentuk fisik yang mengalami perubahan (Seto, 2002: 34).
Obat rusak yaitu bentuk atau kondisinya yang tidak dapat dipakai lagi, sedangkan waktu kadaluarsa yaitu waktu yang menunjukan batas akhir obat masih memenuhi syarat dan waktu kadaluarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun harus dicantumkan pada kemasan obat. Obat rusak dan kadaluarsa telah berubah fungsi dan kadarnya sehingga dapat mengakibatkan penyakit pada manusia serta dapat menimbulkan kematian (BPOM, 2009).
Obat yang sudah melewati masa kadalursa dapat membahayakan karena berkurangnya stabilitas obat tersebut dan dapat mengakibatkan efek toksik (racun). Hal ini dikarenakan fungsi kerja obat sudah tidak optimal dan kemampuannya telah menurun, sehingga obat yang masuk kedalam tubuh hanya akan mengendap dan menjadi racun. Sebenarnya obat yang belum kadaluarsa diperkirakaan juga dapat menyebabkan efek buruk yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh penyimpanannya yang salah yang menyebabkan zat aktif didalam obat tersebut rusak. Tanda kerusakan zat aktif tersebut disertai dengan perubahan bentuk, warna, bau, bahkan rasa maupun konsistensi. Maka dari itu harus diperhatikan juga cara penyimpanan obat yang baik (Depkes RI, 2004).

Kondisi Yang Mempercepat Kadaluarsa Obat
Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat masa kadaluarsa obat. Hal-hal yang mempercepat kadaluarsa obat adalah sebagai berikut:
1). Kelembaban
Tempat yang memiliki kelembaban tinggi akan mempercepat masa kadaluarsa obat karena akan mempengaruhi stabilitas obat kemudian dapat menyebabkan penurunan kandungan, hal ini yang mempercepat kadaluarsa.
2) Suhu
Suhu penyimpanan obat bermacam-macam, pada umumnya obat banyak disimpan pada suhu kamar. Penyimpanan obat di kulkas. tidak dianjurkan jika tidak terdapat petunjuk. Obat-obat minyak seperti minyak ikan, sebaiknya jangan disimpan di tempat yang terlalu dingin. Insulin (Obat untuk penderita diabetes) merupakan contoh obat yang akan rusak jika ditempatkan pada ruangan dengan suhu panas.
3)   Cahaya,
Obat sebaiknya tidak disimpan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari ataupun lampu secara   langsung. Misalnya : Vaksin bila terkena sinar matahari langsung maka dalam beberapa detik, vaksin akan menjadi rusak. Untuk melindunginya dari cahaya maka digunakan kemasan berwarna, misalnya ampul yang berwarna coklat disamping menggunakan kemasan luar.

Efek Meminum Obat Yang Rusak Atau Kadaluarsa
Efek meminum obat rusak atau kadaluarsa dapat menimbulkan:
a) Penyakit lama sembuhnya/tidak sembuh karena obat yang digunakan sudah berkurang kekuatannya. Hal ini disebabkan karena sebagian zat berkhasiat sudah berubah menjadi zat lain yang tidak berkhasiat.
b) Obat yang kadaluarsa berubah menjadi beracun yang menimbulkan bahaya baru.
Obat yang kurang stabil hendaknya dihindari agar tidak kadaluarsa, terutama dalam bentuk sirup, hormon, antibiotik. Walaupun tanggal kadaluarsa tertera dalam kemasan obat , kita tidak boleh menjadikan patokan dari tanggal kadaluarsa yang tercetak pada kemasan obat. Karena penampilan fisik obat yang berubah, baik warna (timbul bintik atau noda), rasa dan bau obat yang lain dari biasanya merupakan peringatan pada kita agar tidak mengkonsumsi obat tersebut. Obat mungkin saja menjadi rusak walau tanggal kadaluarsa belum terlewati.

Baca Juga : Amankah Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa?

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.